Sayyidul Ayyam, Adi Hidayat: Keistimewaan Berdoa di Hari Jumat
Muhajirin
Jum'at, 10 September 2021 - 07:56 WIB
Ilustrasi sayyidul ayyam Jumat berkah. Foto: Istimewa
Berdoa pada hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan hari-hari lain. Bahkan, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits mengabarkan, ada satu waktu singkat yang mustajab pada hari mulia tersebut.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “pada hari Jumat terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya.” Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata; “yaitu beliau menyempitkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga:Keajaiban Shalawat di Hari Jumat, Dianjurkan Rasulullah
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, ada beberapa tafsiran di kalangan ulama mengenai tata cara berdoa memohon pada waktu singkat itu. Secara tekstual, diksi hadits itu menggunakan kalimat ‘berdiri menunaikan shalat’.
Jika dipahami secara tekstual, kata ‘qoimun yushali’ bermakna dalam bentuk doa saja, tidak diawali dengan ibadah tertentu seperti shalat. Namun cukup dengan berwudhu, kemudian menghadap ke arah kiblat, dan berdoa hajat kepada Allah Ta’ala.
Selain itu, ada juga ulama yang memahami diksi dalam hadits tersebut adalah shalat. sebab, di dalam Al-Qur’an kata ‘qoimun yushali’ sering diartikan dengan ibadah shalat.
Baca Juga:5 Masjid Unik Bersejarah di Jakarta, Cocok untuk Shalat Jumat
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “pada hari Jumat terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya.” Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata; “yaitu beliau menyempitkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga:Keajaiban Shalawat di Hari Jumat, Dianjurkan Rasulullah
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, ada beberapa tafsiran di kalangan ulama mengenai tata cara berdoa memohon pada waktu singkat itu. Secara tekstual, diksi hadits itu menggunakan kalimat ‘berdiri menunaikan shalat’.
Jika dipahami secara tekstual, kata ‘qoimun yushali’ bermakna dalam bentuk doa saja, tidak diawali dengan ibadah tertentu seperti shalat. Namun cukup dengan berwudhu, kemudian menghadap ke arah kiblat, dan berdoa hajat kepada Allah Ta’ala.
Selain itu, ada juga ulama yang memahami diksi dalam hadits tersebut adalah shalat. sebab, di dalam Al-Qur’an kata ‘qoimun yushali’ sering diartikan dengan ibadah shalat.
Baca Juga:5 Masjid Unik Bersejarah di Jakarta, Cocok untuk Shalat Jumat