LANGIT7.ID, Jakarta - Berdoa pada hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan hari-hari lain. Bahkan, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits mengabarkan, ada satu waktu singkat yang mustajab pada hari mulia tersebut.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “pada hari Jumat terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya.” Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata; “yaitu beliau menyempitkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Keajaiban Shalawat di Hari Jumat, Dianjurkan RasulullahUstadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, ada beberapa tafsiran di kalangan ulama mengenai tata cara berdoa memohon pada waktu singkat itu. Secara tekstual, diksi hadits itu menggunakan kalimat ‘berdiri menunaikan shalat’.
Jika dipahami secara tekstual, kata ‘qoimun yushali’ bermakna dalam bentuk doa saja, tidak diawali dengan ibadah tertentu seperti shalat. Namun cukup dengan berwudhu, kemudian menghadap ke arah kiblat, dan berdoa hajat kepada Allah Ta’ala.
Selain itu, ada juga ulama yang memahami diksi dalam hadits tersebut adalah shalat. sebab, di dalam Al-Qur’an kata ‘qoimun yushali’ sering diartikan dengan ibadah shalat.
Baca Juga: 5 Masjid Unik Bersejarah di Jakarta, Cocok untuk Shalat Jumat“Maka yang memahami bagian kedua ini, kita dianjurkan berwudhu terlebih dahulu, kemudian menunaikan shalat. shalat apapun yang bisa kita tunaikan sesuai dengan kondisi. Misalnya shalat tahiyatul masjid dan setelah itu memohon kepada Allah Ta’ala,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, dikutip Jumat (10/9/2021).
Namun menurut UAH, dua pendapat itu sama-sama baik. Seorang muslim boleh menunaikan shalat terlebih dahulu atau langsung berdoa. Hal terpenting adalah memanfaatkan waktu terbaik yang sekejap untuk memohon kepada Allah Ta’ala.
Para ulama memberikan isyarat waktu singkat yang dimaksud yakni waktu singkat ba’da Ashar menjelang Maghrib. UAH memberikan opsi, seorang muslim bisa memanfaatkan waktu sore sekitar pukul 17.00 sampai pukul 18.00.
“Kita bisa ambil pertengahan, misal pukul 05.30 atau 05.45, kita duduk menghadap ke arah kiblat, bermohon kepada Allah Ta’ala,” kata UAH.
Baca Juga:
Adakah Shalat Tahiyatul Masjid saat Khatib Naik Mimbar?
Masjid Jogokaryan Bikin Sensus, Cek Jumlah Warga Shalat Berjamaah(asf)