home edukasi & pesantren

Dosen UM Surabaya Beri Tips Pemulihan Mental untuk Korban KDRT

Senin, 19 Agustus 2024 - 04:00 WIB
ilustrasi
Selebgram Cut Intan Nabila baru-baru ini mengejutkan warganet diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya, Armor Toreador Gustifante.

KDRT tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan mental korban. Lantas bagaimana pemulihan mental korban KDRT?

Dosen Keperawatan Jiwa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Uswatun Hasanah menjelaskan dampak fisik dari KDRT dapat diobati dengan melakukan pengobatan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca juga:Curhatan Cut Intan Nabila Kena KDRT Banjir Dukungan dari Selebritis

Namun dampak psikis (trauma) bisa jadi menjadi dampak menetap yang kapanpun bisa kambuh jika berada dalam situasi serupa sehingga memicu munculnya ingatan dan pengalaman tidak menyenangkan saat mengalami KDRT.

Uswatun menjelaskan, trauma merupakan kondisi yang sulit untuk disembuhkan, butuh waktu yang lama bahkan bertahun-tahun agar korban kekerasan dapat betul-betul terlepas dari rasa traumanya.

“Oleh sebab itu perlu segera dilakukan penanganan maupun pendampingan psikologis bagi korban KDRT agar tidak mengalami stress pasca trauma,”tutur Uswatun Jumat (16/8/24)
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya