home global news

Rencana Gencatan Senjata AS di Gaza Ditolak Hamas, Netanyahu Menentang Gencatan Permanen

Senin, 19 Agustus 2024 - 09:49 WIB
Rencana Gencatan Senjata AS di Gaza Ditolak Hamas, Netanyahu Menentang Gencatan Permanen
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kelompok Palestina Hamas pada Minggu lalu menyatakan bahwa proposal baru yang bertujuan menjembatani perbedaan antara Israel dan kelompok bersenjata Islamis tersebut terlalu condong ke posisi terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pernyataan Hamas ini muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken tiba di Israel dalam upaya mengamankan gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera. Hal ini meredupkan harapan akan terobosan segera dalam negosiasi.

Baca Juga: Blinken Tiba di Timur Tengah untuk Mendorong Gencatan Senjata di Gaza

Hamas menerima proposal baru dari mediator Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, setelah dua hari perundingan di Doha. Mereka mengatakan bahwa proposal baru tersebut sejalan dengan Netanyahu, yang menolak mengakhiri perang dan menarik pasukan Israel dari Gaza, termasuk dari perbatasan dengan Mesir. Dua kondisi ini dianggap Hamas sebagai dasar kesepakatan apa pun.

"Kami meminta Netanyahu bertanggung jawab penuh atas kegagalan upaya mediator, penundaan kesepakatan, dan nyawa para tawanan yang terancam bahaya sama seperti rakyat kami akibat agresi berkelanjutan dan penargetan sistematis terhadap seluruh aspek kehidupan di Jalur Gaza," ujar Hamas.

"Kami meminta para mediator untuk memikul tanggung jawab mereka dan memaksa pihak pendudukan untuk melaksanakan apa yang telah disepakati," tambah Hamas, menegaskan bahwa mereka sepenuhnya berkomitmen pada proposal Juli sebelumnya.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya