home wirausaha syariah

Beralih dari BBM ke Listrik, Rezeki Petani Bantul Kian Mengalir di Lahan Pasir

Jum'at, 10 September 2021 - 11:10 WIB
Petugas PLN berkunjung ke area pertanian Kelompok Tani Pasir. Foto: Humas PLN
Pasir bukanlah media tanam yang umum digunakan untuk pertanian karena karakteristiknya yang kering dan tidak menyimpan air. Namun di tangan Kelompok Tani Pasir Makmur di Bantul Yogyakarta, pasir berhasil mereka olah sebagai media tanam.

Keberhasilan ini tak lepas dari kreativitas Ketua Kelompok Tani Pasir Makmur Sumarna. Berbekal pompa berbahan bakar minyak, ia bekerja ekstra mengairi tanaman cabai dan sayuran miliknya agar dapat tumbuh.

Kini Sumarna bisa semakin efisien dengan usahanya bercocok tanam dan dapat menambah rezeki yang mengalir. Biaya penggunaan energi untuk pompa pengairan pun turun hingga 82 persen berkat PT PLN (Persero) yang hadir melalui Program Electrifying Agriculture “SUPER PANEN” .

"Kami sangat mendambakan sekali kehadiran listrik PLN, karena sebelumnya biaya yang dikeluarkan sangat banyak. Apabila kami memakai pompa (BBM), untuk 1 hektar membutuhkan biaya Rp 85 ribu sekali siram, sedangkan pakai listrik PLN biayanya Rp15 ribu," ungkapnya.

Baca juga:PLN Berhasil Nyalakan Listrik di 1.512 Desa, Rasio Elektrifikasi Bengkulu Capai 99,93 Persen

Sumarna menambahkan, tak hanya penghematan biaya yang diperoleh. Dengan mengikuti program Electrifying Agriculture, para petani pun turut berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih hijau. Hal ini karena penggunaan listrik turut mengurangi emisi gas buang dan juga mengurangi polusi suara.

Selain itu, PLN juga telah menyambungkan listrik kepada 95 petani lainnya di Pasir Makmur, Bantul dengan total daya 134.300 VA. Ini merupakan salah satu upaya PLN untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui program Electrifying Agriculture.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bbm listrik petani bantul lahan pasir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya