LANGIT7.ID-, London -
Andy Burnham telah resmi menjabat sebagai
Perdana Menteri Inggris, menggantikan
Sir Keir Starmer. Burnham menyebut masalah tunawisma yang tidur di jalanan, dan biaya hidup sebagai prioritas program di masa jabatannya.
Mantan wali kota Greater Manchester tersebut menjadi perdana menteri keempat negara itu dalam kurun waktu lima tahun, dan yang ketujuh sejak tahun 2016.
Dalam pidato pertamanya di Downing Street, London, Burnham mengumumkan tekadnya untuk "mengakhiri praktik tidur di jalanan di negara kita". Sebagaimana melansir
BBC, Selasa (21/7/2026).
Hal ini segera diikuti oleh pernyataan pers dari kantor perdana menteri (No 10) yang menjanjikan tambahan dana sebesar £340 juta untuk upaya tersebut selama lima tahun ke depan, yang diambil dari anggaran departemen perumahan.
Baca juga: Andy Burnham Janji Perbesar Otonomi Daerah dan Lakukan Disiplin Fiskal Jika Terpilih sebagai PM InggrisDiperkirakan dari dana tersebut akan menyediakan 1.200 hunian serta "dukungan intensif" bagi setidaknya 3.000 orang di Inggris selama kurun waktu lima tahun.
Tak hanya itu, Pemimpin Partai Buruh tersebut juga menjanjikan rencana baru berdurasi 10 tahun bagi Inggris, yang akan diungkapkan akhir tahun ini, serta upaya membangun ekonomi baru dengan menempatkan kembali kebutuhan pokok kehidupan di bawah kendali publik.
Namun, dengan alasan bahwa masyarakat juga membutuhkan "ruang untuk bernapas saat ini", ia menyatakan bahwa pengumuman mengenai penanganan masalah biaya hidup akan dimulai pada hari ini, Selasa (21/7).
Baca juga: Andy Burnham Disebut sebagai Kandidat Kuat Pengganti PM Inggris Keir StarmerPerubahan lain yang ia janjikan mencakup perombakan sistem pendidikan untuk membantu kaum muda memasuki dunia kerja, pembangunan lebih banyak perumahan rakyat, serta pemenuhan komitmen pendanaan pertahanan sembari tetap mematuhi aturan belanja dan utang Inggris.
Saat menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester pada tahun 2017, Burnham berjanji untuk mengakhiri praktik tidur di jalanan di wilayah tersebut paling lambat tahun 2020. Data yang dirilis pada tahun 2025 menunjukkan adanya peningkatan tahunan pada jumlah orang yang tidur di jalanan, meskipun angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2017.
(lsi)