home global news

Prof Mu'ti Beberkan Rahasia Sukses Tangani Covid-19 Dalam Forum Internasional di Brazil

Rabu, 21 Agustus 2024 - 19:25 WIB
Prof Mu'ti Beberkan Rahasia Sukses Tangani Covid-19 Dalam Forum Internasional di Brazil
LANGIT7.ID-Brazil; Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) MuhammadiyahProf. Dr. Abdul Mu'ti mengatakan, Indonesia mencatat sejarah sebagai salah satu negara yang paling sukses dalam menangani pandemi Covid-19. Keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi dan kebijakan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat sipil.

"Muhammadiyah, salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, memainkan peran kunci dalam perjuangan ini," ujar Prof Mu'ti saat tampil dalam acara "The 2024 G20 ainterfaith Forum And PaRD Annual Forum on Religion And Sustainable Development" yang digelar di Hotel Tulip Brazilia mulai 19-22 Agustus.

Tema besar dari forum ini adalah " Leave No One Behind The Well Being of The Planet and Its People". Dalam acara ini, Prof Mu'ti berbicara di dua session. Pertama tentang Rebuilding From Covid 19 pada 20 Agustus dan Cross Culture Religiuous Literacy pada 21 Agustus. Banyak tokoh dunia yang ikut tampil dalam forum ini, termasul pejabat dari Deplu maupun dari NU.

Menurut Prof Mu'ti, pendekatan yang menyeluruh dan keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama kesuksesan dalam menangani pandemi.

Muhammadiyah: Garda Depan Penanganan Covid-19

Menurut Prof Mu'ti, saat pandemi melanda, Muhammadiyah segera bertindak dengan membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tugas utama MCCC adalah mengoordinasikan kebijakan dan program Muhammadiyah untuk memerangi Covid-19. Dalam upayanya, Muhammadiyah tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga memberikan bantuan spiritual, sosial, dan budaya untuk masyarakat yang terdampak.

"Muhammadiyah mengeluarkan fatwa dan protokol spiritual yang memberikan panduan teologis tentang bagaimana memahami pandemi, melaksanakan ritual keagamaan, serta cara-cara praktis untuk mencegah penyebaran virus," ujar Prof Mu'ti. Lebih dari 22.000 relawan Muhammadiyah, termasuk dokter, perawat, dan konsultan psikososial, dikerahkan di 82 rumah sakit serta seluruh struktur kepemimpinan Muhammadiyah dari tingkat nasional hingga lokal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya