home global news

Inspiratif! Kampung Zakat di Belitung Kembangkan Bisnis Ikan Abon hingga Batik Motif Kijang

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 07:00 WIB
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono melihat produk bisnis Kampung Zakat di Belitung.Foto/dok kemenag
Kampung Zakat di Desa Juru Seberang, Tanjung Pandan, Belitung, Bangka Belitung, menjadi salah satu binaan Kementerian Agama. Kampung ini mengembangkan banyak usaha, mulai bisnis ikan abon hingga batik motif kijang.

Kampung ini diresmikan oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur di Belitung, Rabu (21/8/2024). Diharapkan, keberadaannya dapat ikut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan mustahik, sekaligus mengembangkan potensi wisata komunitas di wilayah tersebut.

"Kampung Zakat merupakan langkah strategis Kemenag dalam mengembangkan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan mengembangkan destinasi wisata berbasis komunitas, sesuai potensi ekonomi yang dimiliki desa masing-masing. Desa ini memiliki potensi ekonomi di bidang wisata, maka kita kembangkan terkait produk di bidang tersebut," jelasnya.

Dia menjelaskan, sepuluh orang mustahik akan dibantu untuk mengembangkan produk yang berkaitan dengan bisnis pariwisata dari ikan abon hingga batik bermotif kijang.

Baca juga:Bocorocco Raih Sertifikat Halal, Sepatu Halal Pertama di Indonesia?

"Sepuluh orang mustahik perempuan kampung ini disupport untuk mengembangkan produk abon ikan, ikan asin, kepiting kemplang, serta batik dengan motif kijing dan mangrove. Produk-produk ini bisa dijadikan expose Kampung Zakat dan menjadi buah tangan untuk oleh-oleh wisata maupun dijual skala nasional maupun internasional," ujar Waryono.

Lebih lanjut Waryono berharap, pengembangan program Kampung Zakat berbasis wisata di daerah tersebut dapat meningkatkan pendapatan lokal dan memperkenalkan produk-produk unggulan Desa Juru Seberang ke pasar yang lebih luas. Tidak hanya itu, bagi Waryono, program tersebut dapat meningkatkan kualitas dan keberagaman produk dari kelompok mustahik, seperti produk olahan hasil hutan dan laut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya