home home & garden

Atap Sirap Kayu Ulin, Jadikan Hunian Tampil Etnik dan Artistik

Jum'at, 10 September 2021 - 16:49 WIB
Rumah menggunakan genting sirap sebagai penutup atap Foto: Langit7.id/Istock
Atap sirap berbahan kayu ulin, banyak digunakan di rumah adat tradisional secara turun temurun oleh masyarakat di Kalimantan. Bentuknya yang pipih dan ringan di atap membuat bangunan lebih artistik dan perkembangannya, genteng kayu ini juga diadopsi masyarakat Pulau Jawa dan Bali.

Beragam bangunan mulai villa dan hotel, masjid, gereja maupun pabrik gula, bangunan peninggalan Belanda, di Jawa dan Bali memanfaatkan sirap sebagai penutup atap. Termasuk juga untuk rumah tinggal. Hanya saja, penggunaan sirap untuk yang terakhir memang masih jarang dijumpai.

Padahal, rumah dengan atap sirap ini memiliki berbagai keunggulan. Selain nilai seni tinggi, bobotnya juga ringan tidak memberi beban berarti pada atap.

Keunikan atap sirap terletak dari bahan kayu yang membuat tampilan rumah lebih ramah dan alami dibanding genting lain seperti asbes atau beton. Belum lagi ujung genting sirap berbentuk lancip, menjadikan rumah ini terlihat makin eksotis.

Kenapa tidak banyak diminati?, Pemilik CV Sirap Mandiri Sejahtera Semarang, Muhaimin, menyebutkan salah satu alasan yakni perawatan.

Diakui Muhaimin, perawatan atap sirap tergolong sulit. Ketika terjadi kebocoran, akan sukar menemukan titik mana yang berlubang. Saat yang bocor di salah satu sudut, airnya ternyata di sudut yang lain. Dan tidak hanya satu ruas saja yang dibongkar, tapi cukup banyak.

Kedua, pemasangannya tidak bisa dilakukan oleh tukang kayu yang belum berpengalaman. Ini untuk menjaga kualitas dan ketahanan dari kayu tersebut. Selain itu, memasang sirap ini membutuhkan waktu lama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
genteng sirap kayu ulin atap sirap kayu ulin
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya