4 Sektor Alami Kenaikan saat Keyakinan Konsumen Turun akibat PPKM
Muhammad rifai akif
Jum'at, 10 September 2021 - 18:40 WIB
Ilustrasi penurunan tingkat konsumsi. Pandemi membuat keyakinan konsumen terhadap prospek ekonomi menurun Foto: Langit7.id/IStock
Pemberlakuan PPKM darurat di sepanjang jalur Jawa dan Bali tanggal 2 Juli - 15 Agustus 2021 berdampak serius terhadap konsumen Indonesia. Beberapa di antaranya yang paling nyata yakni mengalami penurunan pendapatan dan kian sulit mendapat pekerjaan.
Dalam diskusi publik dengan tema Analisis big data: Apa Kabar Konsumen Indonesia Selama PPKM? Jumat, (10/9/2021)), data analyst Continuum Data Indonesia , Muhammad Azzam, mengungkapkan, "Dari sektor pendapatan, data menunjukan 75% perbincangan mengeluhkan turunnya pendapatan dan turunnya gaji," .
"Dari sektor pengangguran dan Lowongan Kerja, 56% mengeluhkan dampak PPKM terhadap ancaman PHK dan pemotongan gaji." Imbuhnya.
Tapi ada juga sektor yang meningkat aktifitasnya saat PPKM darurat, menurut data dari Continuum Data Indonesia, yaitu:
1- Telemedicine,
Sektor ini meningkat 6x lipat di bulan Juli 2021. Aplikasi penyedia jasa konsultasi dokter dan obat ini laris manis saat PPKM.
"Waktu itu kondisi rumah sakit selalu penuh, dan hampir semua takut keluar rumah, sehingga konsumen mencari alternatif ke sektor telemedicine."
Dalam diskusi publik dengan tema Analisis big data: Apa Kabar Konsumen Indonesia Selama PPKM? Jumat, (10/9/2021)), data analyst Continuum Data Indonesia , Muhammad Azzam, mengungkapkan, "Dari sektor pendapatan, data menunjukan 75% perbincangan mengeluhkan turunnya pendapatan dan turunnya gaji," .
"Dari sektor pengangguran dan Lowongan Kerja, 56% mengeluhkan dampak PPKM terhadap ancaman PHK dan pemotongan gaji." Imbuhnya.
Tapi ada juga sektor yang meningkat aktifitasnya saat PPKM darurat, menurut data dari Continuum Data Indonesia, yaitu:
1- Telemedicine,
Sektor ini meningkat 6x lipat di bulan Juli 2021. Aplikasi penyedia jasa konsultasi dokter dan obat ini laris manis saat PPKM.
"Waktu itu kondisi rumah sakit selalu penuh, dan hampir semua takut keluar rumah, sehingga konsumen mencari alternatif ke sektor telemedicine."