home global news

Krisis Pangan di Gaza: Harga Melambung, Warga Berjuang Bertahan Hidup

Kamis, 29 Agustus 2024 - 09:20 WIB
Krisis Pangan di Gaza: Harga Melambung, Warga Berjuang Bertahan Hidup
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Warga Gaza yang kelaparan harus berhadapan dengan harga pangan yang melambung dan kelangkaan pasokan makanan. Sebagian besar warga Palestina hanya bisa memandangi tumpukan makanan terbatas di pasar-pasar jalanan Kota Gaza. Mereka frustrasi karena harga yang melonjak dan kelangkaan pangan membuat kebutuhan pokok semakin sulit dijangkau.

Sejak konflik dimulai, harga barang-barang pokok naik lebih dari empat kali lipat. Ini menambah beban bagi keluarga-keluarga yang sudah trauma akibat serangan militer Israel dan krisis kemanusiaan. Gencatan senjata pun belum terlihat.

Baca juga: Nasib Gencatan Senjata Gaza di Tangan Pemimpin Hamas: Apa yang Dikatakan Pejabat Intelijen AS?

"Kami tidak punya sayuran, produk daging, telur, atau apapun," kata Abu Issam, seorang warga Palestina dari Gaza utara. "Di mana pemerintah? Di mana orang-orang yang seharusnya memperhatikan kami? Mereka harusnya mengasihani rakyat. Biar kuberi tahu - kemarin aku tidur dalam keadaan lapar."

Harga tiga buah kentang saat ini mencapai 150 Shekel (sekitar Rp 620.000). Sebelum perang, 1 kg kentang hanya seharga 2 Shekel (sekitar Rp 8.300). Sebotol madu yang dulu berharga 25 Shekel (sekitar Rp 103.000), kini dijual seharga 85 Shekel (sekitar Rp 351.000).

Warga mengatakan mereka sebagian besar bergantung pada produk kaleng yang datang melalui bantuan kemanusiaan, mengingat tidak tersedianya produk makanan lain.

"Kami sekarang berharap bisa makan anggur yang dulu kami tanam di lahan kami sendiri. Anakmu minta uang untuk membeli sesuatu... tapi sekarang bahkan 5 Shekel untuk anakmu tidak cukup untuk membeli satu barang pun," kata Abu Anwar Hassanein, warga Gaza.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya