Krisis Gaza Memanas: Harapan Vaksinasi Polio di Tengah Gempuran Israel
Nabil
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 05:15 WIB
Krisis Gaza Memanas: Harapan Vaksinasi Polio di Tengah Gempuran Israel
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Warga Palestina di Gaza menanti dengan cemas, berharap ada jeda pertempuran untuk memulai kampanye vaksinasi polio. Sementara itu, konflik terus berkecamuk di seluruh wilayah yang terkepung, menewaskan setidaknya 20 orang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersiap untuk memvaksinasi sekitar 640.000 anak di Gaza. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi pada 23 Agustus lalu bahwa setidaknya satu bayi lumpuh akibat virus polio tipe 2. Ini merupakan kasus pertama di wilayah tersebut dalam 25 tahun terakhir.
PBB, yang sebelumnya telah menyerukan gencatan senjata kemanusiaan awal bulan ini, berharap dapat memulai kampanye vaksinasi pada 1 September. Juliette Touma, direktur komunikasi UNRWA, badan pengungsi Palestina PBB, menyampaikan hal tersebut.
WHO mengidentifikasi bayi tersebut sebagai Abdulrahman Abu al-Jidyan. Ia akan genap berusia satu tahun pada 1 September nanti.
Nivin Abu al-Jidyan, ibu Abdulrahman, mengungkapkan kekhawatirannya setelah diberitahu oleh petugas kesehatan bahwa mereka tidak bisa berbuat banyak untuk membantu putranya. "Saya terkejut anak saya terkena penyakit ini di tengah perang dan penutupan perbatasan. Dalam kondisi seperti ini dan kurangnya obat untuknya, ini sangat mengejutkan. Apakah dia akan tetap seperti ini?" ujar Abu al-Jidyan kepada Reuters pada Kamis.
"Dia satu-satunya anak laki-laki saya. Dia berhak untuk bepergian dan diobati. Dia berhak untuk berjalan, berlari, dan bergerak seperti dulu. Tidak adil jika dia tetap terbaring di tenda tanpa perawatan atau perhatian," tambahnya dari sebuah tenda di Deir al-Balah, Gaza Tengah.
Di Rumah Sakit Al-Nasser, Kota Khan Younis di selatan Gaza, Umm Eliane Baker khawatir putrinya yang berusia 19 bulan mungkin rentan terhadap polio karena kondisi kesehatan yang buruk akibat kekurangan gizi. Dia berharap bayinya segera divaksinasi, namun mengaku cemas untuk bergerak dengan aman di daerah yang terus-menerus diserang Israel.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersiap untuk memvaksinasi sekitar 640.000 anak di Gaza. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi pada 23 Agustus lalu bahwa setidaknya satu bayi lumpuh akibat virus polio tipe 2. Ini merupakan kasus pertama di wilayah tersebut dalam 25 tahun terakhir.
PBB, yang sebelumnya telah menyerukan gencatan senjata kemanusiaan awal bulan ini, berharap dapat memulai kampanye vaksinasi pada 1 September. Juliette Touma, direktur komunikasi UNRWA, badan pengungsi Palestina PBB, menyampaikan hal tersebut.
WHO mengidentifikasi bayi tersebut sebagai Abdulrahman Abu al-Jidyan. Ia akan genap berusia satu tahun pada 1 September nanti.
Nivin Abu al-Jidyan, ibu Abdulrahman, mengungkapkan kekhawatirannya setelah diberitahu oleh petugas kesehatan bahwa mereka tidak bisa berbuat banyak untuk membantu putranya. "Saya terkejut anak saya terkena penyakit ini di tengah perang dan penutupan perbatasan. Dalam kondisi seperti ini dan kurangnya obat untuknya, ini sangat mengejutkan. Apakah dia akan tetap seperti ini?" ujar Abu al-Jidyan kepada Reuters pada Kamis.
"Dia satu-satunya anak laki-laki saya. Dia berhak untuk bepergian dan diobati. Dia berhak untuk berjalan, berlari, dan bergerak seperti dulu. Tidak adil jika dia tetap terbaring di tenda tanpa perawatan atau perhatian," tambahnya dari sebuah tenda di Deir al-Balah, Gaza Tengah.
Di Rumah Sakit Al-Nasser, Kota Khan Younis di selatan Gaza, Umm Eliane Baker khawatir putrinya yang berusia 19 bulan mungkin rentan terhadap polio karena kondisi kesehatan yang buruk akibat kekurangan gizi. Dia berharap bayinya segera divaksinasi, namun mengaku cemas untuk bergerak dengan aman di daerah yang terus-menerus diserang Israel.