Menteri Pertahanan Israel Desak Netanyahu Segera Setujui Gencatan Senjata untuk Selamatkan Sandera Gaza
Nabil
Senin, 02 September 2024 - 05:25 WIB
Menteri Pertahanan Israel Desak Netanyahu Segera Setujui Gencatan Senjata untuk Selamatkan Sandera Gaza
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas demi membawa pulang sandera yang masih berada di Gaza. Seruan ini disampaikan Gallant setelah jenazah enam sandera yang diculik pada 7 Oktober dipulangkan ke Israel.
“Sudah terlambat untuk para sandera yang dibunuh secara kejam. Sandera yang masih berada di tangan Hamas harus segera dipulangkan,” ujar Gallant melalui platform media sosial X.
Gallant juga meminta kabinet politik-keamanan untuk segera berkumpul dan membatalkan keputusan yang diambil pada hari Kamis, terkait penempatan pasukan di koridor Philadelphi, di sepanjang perbatasan selatan Gaza.
Keputusan Netanyahu untuk tetap menempatkan pasukan di koridor tersebut demi mencegah penyelundupan senjata oleh Hamas dari Mesir dianggap sebagai salah satu hambatan utama dalam mencapai kesepakatan dengan Hamas dalam perundingan yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar.
Gallant kerap berselisih dengan Netanyahu dan menteri-menteri nasionalis garis keras lainnya mengenai perlunya mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Gaza dan membawa pulang sandera yang masih tersisa. Sekitar sepertiga dari 101 sandera Israel dan asing yang masih berada di Gaza diyakini telah tewas, sementara nasib sandera lainnya belum diketahui.
Media Israel melaporkan bahwa Gallant dengan tegas menghadapi Netanyahu dalam pertemuan kabinet hari Kamis terkait isu koridor Philadelphi dan memperingatkan bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan sandera semakin menipis.
Netanyahu menyatakan pada hari Minggu bahwa Israel berkomitmen untuk mencapai kesepakatan sandera, namun menyalahkan Hamas yang menolak menerima proposal yang sudah disetujui bersama Amerika Serikat.
“Sudah terlambat untuk para sandera yang dibunuh secara kejam. Sandera yang masih berada di tangan Hamas harus segera dipulangkan,” ujar Gallant melalui platform media sosial X.
Gallant juga meminta kabinet politik-keamanan untuk segera berkumpul dan membatalkan keputusan yang diambil pada hari Kamis, terkait penempatan pasukan di koridor Philadelphi, di sepanjang perbatasan selatan Gaza.
Keputusan Netanyahu untuk tetap menempatkan pasukan di koridor tersebut demi mencegah penyelundupan senjata oleh Hamas dari Mesir dianggap sebagai salah satu hambatan utama dalam mencapai kesepakatan dengan Hamas dalam perundingan yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar.
Gallant kerap berselisih dengan Netanyahu dan menteri-menteri nasionalis garis keras lainnya mengenai perlunya mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Gaza dan membawa pulang sandera yang masih tersisa. Sekitar sepertiga dari 101 sandera Israel dan asing yang masih berada di Gaza diyakini telah tewas, sementara nasib sandera lainnya belum diketahui.
Media Israel melaporkan bahwa Gallant dengan tegas menghadapi Netanyahu dalam pertemuan kabinet hari Kamis terkait isu koridor Philadelphi dan memperingatkan bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan sandera semakin menipis.
Netanyahu menyatakan pada hari Minggu bahwa Israel berkomitmen untuk mencapai kesepakatan sandera, namun menyalahkan Hamas yang menolak menerima proposal yang sudah disetujui bersama Amerika Serikat.