home edukasi & pesantren

Supriyono, Guru Inspiratif Peraih Anugerah ASN 2023: Kembangkan Pendidikan Inklusif di Madrasah

Rabu, 04 September 2024 - 09:00 WIB
Supriyono, juara I Anugerah ASN 2023 untuk kategori Guru Inklusi Terbaik.
Penyandang disabilitas di Indonesia seringkali menghadapi tantangan besar dalam mengakses pendidikan yang setara. Dengan jumlah penduduk disabilitas mencapai 43 juta jiwa pada 2022, upaya menciptakan lingkungan pendidikan inklusif menjadi sangat penting.

Komitmen pemerintah untuk mendukung hak-hak penyandang disabilitas telah ditegaskan melalui regulasi seperti UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan PP Nomor 13 Tahun 2020 tentang Fasilitasi Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas.

Langkah konkret ini dipertegas dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2024, yang mewajibkan semua lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama untuk menyediakan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Baca juga:Cerita Ryan Nur Fikri, Santri Gontor Jadi Mahasiswa FK Unair

Namun, implementasi di lapangan tidak lah mudah. Madrasah sebagai lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama juga menghadapi tantangan besar dalam menyediakan pendidikan inklusif. Dari total 10.489.696 peserta didik di madrasah pada tahun 2022, tercatat 48.423 di antaranya adalah peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).

Tantangan ini tidak menyurutkan semangat Supriyono, seorang pegiat pendidikan inklusif yang telah berperan besar dalam mengembangkan model pendidikan inklusif di madrasah-madrasah Indonesia. Kisah inspiratif ini dibagi Supriyono pada Selasa (3/9/2024).

Supriyono memulai karirnya sebagai guru di MI Keji Ungaran Barat, Semarang, pada 2005. Sejak diangkat menjadi Kepala Madrasah pada tahun 2011, ia memiliki visi untuk menjadikan MI Keji sebagai madrasah inklusif yang ramah bagi semua peserta didik, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya