Netanyahu Tolak Gencatan Senjata, Hamas Desak AS Tekan Israel
Nabil
Jum'at, 06 September 2024 - 05:15 WIB
Netanyahu Tolak Gencatan Senjata, Hamas Desak AS Tekan Israel
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Hamas meminta Amerika Serikat untuk "menekan Israel" agar setuju gencatan senjata di Gaza. Namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan belum ada kesepakatan yang tercapai.
Kedua pihak saling menyalahkan atas mandeknya pembicaraan gencatan senjata dan pertukaran sandera. Netanyahu sendiri mendapat tekanan untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan membebaskan sandera yang tersisa, setelah otoritas Israel mengumumkan kematian enam orang yang jasadnya ditemukan di terowongan Gaza pada hari Minggu.
"Jika pemerintah AS dan Presiden Joe Biden benar-benar ingin mencapai gencatan senjata dan menyelesaikan kesepakatan pertukaran tahanan, mereka harus meninggalkan keberpihakan buta mereka pada pendudukan Zionis," kata juru runding utama Hamas yang berbasis di Qatar, Khalil al-Hayya. Dia mendesak AS untuk "memberikan tekanan nyata pada Netanyahu dan pemerintahannya."
Namun Netanyahu membantah dalam acara bincang-bincang Fox & Friends: "Tidak ada kesepakatan yang sedang dibuat... Sayangnya, belum dekat, tapi kami akan melakukan segalanya untuk membuat mereka mencapai kesepakatan. Pada saat yang sama, kami mencegah Iran memasok kembali Gaza sebagai kantong teror yang besar ini."
Netanyahu bersikeras bahwa Israel harus mempertahankan kendali atas Koridor Philadelphi di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza untuk mencegah penyelundupan senjata ke Hamas, yang serangannya pada 7 Oktober memicu perang ini.
Hamas menuntut penarikan penuh Israel dari wilayah tersebut. Pada hari Kamis, kelompok militan itu mengatakan sikap Netanyahu "bertujuan menggagalkan tercapainya kesepakatan."
Kelompok militan Palestina itu mengatakan kesepakatan baru tidak diperlukan karena mereka telah menyetujui gencatan senjata yang digariskan Biden berbulan-bulan lalu.
Kedua pihak saling menyalahkan atas mandeknya pembicaraan gencatan senjata dan pertukaran sandera. Netanyahu sendiri mendapat tekanan untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan membebaskan sandera yang tersisa, setelah otoritas Israel mengumumkan kematian enam orang yang jasadnya ditemukan di terowongan Gaza pada hari Minggu.
"Jika pemerintah AS dan Presiden Joe Biden benar-benar ingin mencapai gencatan senjata dan menyelesaikan kesepakatan pertukaran tahanan, mereka harus meninggalkan keberpihakan buta mereka pada pendudukan Zionis," kata juru runding utama Hamas yang berbasis di Qatar, Khalil al-Hayya. Dia mendesak AS untuk "memberikan tekanan nyata pada Netanyahu dan pemerintahannya."
Namun Netanyahu membantah dalam acara bincang-bincang Fox & Friends: "Tidak ada kesepakatan yang sedang dibuat... Sayangnya, belum dekat, tapi kami akan melakukan segalanya untuk membuat mereka mencapai kesepakatan. Pada saat yang sama, kami mencegah Iran memasok kembali Gaza sebagai kantong teror yang besar ini."
Netanyahu bersikeras bahwa Israel harus mempertahankan kendali atas Koridor Philadelphi di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza untuk mencegah penyelundupan senjata ke Hamas, yang serangannya pada 7 Oktober memicu perang ini.
Hamas menuntut penarikan penuh Israel dari wilayah tersebut. Pada hari Kamis, kelompok militan itu mengatakan sikap Netanyahu "bertujuan menggagalkan tercapainya kesepakatan."
Kelompok militan Palestina itu mengatakan kesepakatan baru tidak diperlukan karena mereka telah menyetujui gencatan senjata yang digariskan Biden berbulan-bulan lalu.