home global news

Pimpinan Muhammadiyah Bekasi Berencana Bangun Klinik Kesehatan, Prof Mu’ti Ikut Mengapresiasi

Ahad, 08 September 2024 - 07:41 WIB
Pimpinan Muhammadiyah Bekasi Berencana Bangun Klinik Kesehatan, Prof Muti Ikut Mengapresiasi
LANGIT7-Bekasi; Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu’ti mengapresiasi rencana Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi, Bakir Nurhadi, yang ingin mendirikan klinik kesehatan. Pernyataan Prof Mu’ti tersebut dikemukakan saat menghadiri penyerahan hibah ruko dua lantai oleh BCA kepada PDM Kabupaten Bekasi di komplek Metropolitan Mal, Bekasi, Jumat (6/9/2024).

Saat ini, Bakir Nurhadi dan para pimpinan PDM Kabupaten Bekasi, memang sedang serius menyiapkan pembangunannya, karena klinik kesehatan tersebut menjadi skala prioritas dalam program persyarikatan Muhammadiyah Bekasi.

Menurut Prof Mu’ti, memang setelah PDM Bekasi memiliki kantor yang besar, sudah waktunya memiliki amal usaha di bidang kesehatan. Di Delanggu sebuah kota kecil di Klaten, Jawa Tengah, bisa memiliki empat rumah sakit. Saat ini, katanya, pengelola rumah sakit di Delanggu diminta untuk mensupervisi pendirian rumah sakit yang ada di Sorong, Papua.

Dijelaskan Prof Mu’ti, saat ini Muhammadiyah sudah memiliki 126 rumah sakit, dan akan bertambah satu lagi di Sorong, sehingga amal usaha di bidang rumah sakit ini jumlahnya akan menjadi 127 rumah sakit.

Untuk katagori klinik, kata Prof Mu’ti, Muhammadiyah memiliki 300 klinik, dan jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan kemajuan persyarikatan di masing-masing daerah.

Ketika berbicara Sorong, Prof Mu’ti menjelaskan bahwa keadaan di daerah Papua itu berbeda kulturnya. Di perguruan tinggi Muhammadiyah di Sorong, 70 persen mahasiswanya orang asli Papua dan beragama Kristen. Bahkan, katanya, mahasiswanya banyak yang tidak membayar uang kuliah. “Bagi Muhammadiyah tidak masalah, karena Muhammadiyah hadir memang juga untuk membantu pendidikan mereka,” ujarnya.

Prof Mu’ti juga menceritakan keunikan mahasiswa di Sorong. Meskipun kuliahnya ada yang tidak membayar, tapi saat wisuda, yang datang ikut mengantar rombongan keluarga besar dengan mengendarai angkutan umum berderet.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya