Gol Spektakuler Warnai Final Milklife Soccer Di Surabaya
Tim langit 7
Ahad, 08 September 2024 - 21:14 WIB
Gol Spektakuler Warnai Final Milklife Soccer Di Surabaya
LANGIT7.ID-, Surabaya- -Stadion Brawijaya Surabaya menjadi saksi lahirnya bintang-bintang muda sepak bola putri Indonesia pada Minggu (9/10). Final MilkLife Soccer Challenge - Surabaya Series 2 2024 menghadirkan pertarungan sengit yang diwarnai aksi gemilang para peserta cilik.
Di kategori usia 12 tahun, SDN Ketabang 1 A tampil perkasa mengalahkan SDN Kalirungkut I-264 B dengan skor telak 6-1. Maulidya Bonita Saputri menjadi motor serangan timnya dengan mencetak empat gol, termasuk tendangan jarak jauh yang membelah pertahanan lawan.
Bonita mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan, "Aku senang banget teman-teman satu tim bisa diajak kerja sama, saling oper bola, saling menjaga. Meski sempat deg-degan sebelum pertandingan, tapi aku berdoa dan meyakinkan teman-teman bakal melewati pertandingan dan menang." Ia berhasil meraih gelar top scorer dengan total 28 gol sepanjang turnamen.
Aksi pemain tim KU 12 SDN Ketabang 1A Maulidya Bonita Saputri di partai final yang membawa sekolahnya menjadi juara MilkLife Soccer Challenge - Surabaya Series 2 2024. Bonita, sapaan akrabnya juga sukses membawa gelar Top Scorer KU 12 dengan mengumpukan 28 gol
Sementara itu, pertandingan final kategori usia 10 tahun mempertemukan SDN Pacarkeling V-186 A melawan SDN Manukan Kulon. Locita Waranggani Olah Nismara mencuri perhatian dengan tendangan melengkung indah dari tengah lapangan yang membuka keunggulan timnya.
"Aku seneng banget di MilkLife Soccer Challenge - Surabaya Series 2 2022 kita bisa jadi juara. Selama bertanding aku sempat ragu dan takut menghadapi pertandingan tapi aku shalawat sewaktu menendang. Alhamdulillah kita juara. Aku harap temen-temen terus latihan supaya terus bisa jadi juara di series tiga nanti," ungkap Locita yang juga meraih gelar top scorer di kelompok umurnya dengan 37 gol.
Kesuksesan Locita tak berhenti di level lokal. Ia bersama dua rekannya, Zian Aisyah Rahmadani dan Adinda Resti Widayati, dipanggil memperkuat tim nasional Indonesia U-12 di Universal Youth Cup di Tiongkok Agustus lalu. Pengalaman bermain di level internasional membuat mereka semakin termotivasi mengembangkan bakat.
Di kategori usia 12 tahun, SDN Ketabang 1 A tampil perkasa mengalahkan SDN Kalirungkut I-264 B dengan skor telak 6-1. Maulidya Bonita Saputri menjadi motor serangan timnya dengan mencetak empat gol, termasuk tendangan jarak jauh yang membelah pertahanan lawan.
Bonita mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan, "Aku senang banget teman-teman satu tim bisa diajak kerja sama, saling oper bola, saling menjaga. Meski sempat deg-degan sebelum pertandingan, tapi aku berdoa dan meyakinkan teman-teman bakal melewati pertandingan dan menang." Ia berhasil meraih gelar top scorer dengan total 28 gol sepanjang turnamen.
Aksi pemain tim KU 12 SDN Ketabang 1A Maulidya Bonita Saputri di partai final yang membawa sekolahnya menjadi juara MilkLife Soccer Challenge - Surabaya Series 2 2024. Bonita, sapaan akrabnya juga sukses membawa gelar Top Scorer KU 12 dengan mengumpukan 28 gol
Sementara itu, pertandingan final kategori usia 10 tahun mempertemukan SDN Pacarkeling V-186 A melawan SDN Manukan Kulon. Locita Waranggani Olah Nismara mencuri perhatian dengan tendangan melengkung indah dari tengah lapangan yang membuka keunggulan timnya."Aku seneng banget di MilkLife Soccer Challenge - Surabaya Series 2 2022 kita bisa jadi juara. Selama bertanding aku sempat ragu dan takut menghadapi pertandingan tapi aku shalawat sewaktu menendang. Alhamdulillah kita juara. Aku harap temen-temen terus latihan supaya terus bisa jadi juara di series tiga nanti," ungkap Locita yang juga meraih gelar top scorer di kelompok umurnya dengan 37 gol.
Kesuksesan Locita tak berhenti di level lokal. Ia bersama dua rekannya, Zian Aisyah Rahmadani dan Adinda Resti Widayati, dipanggil memperkuat tim nasional Indonesia U-12 di Universal Youth Cup di Tiongkok Agustus lalu. Pengalaman bermain di level internasional membuat mereka semakin termotivasi mengembangkan bakat.