Maulid Nabi Muhammad SAW Harus Terus Diperingati, Ini Penjelasannya
Tim langit 7
Rabu, 11 September 2024 - 09:00 WIB
ilustrasi
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori menyampaikan, hari lahir Nabi Muhammad SAW perlu untuk diperingati.
"Perlu terus memperingati hari lahirnya Kanjeng Nabi," katanya saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, dikutip dari NU Online, Selasa (10/9/2024).
Sebab, kata Kiai Said Asrori, Nabi Muhammad saw merupakan sosok makhluk terbaik yang Allah SWT. Kelahirannya dan diutusnya Nabi perlu disyukuri.
"Merasa senang dengan pengutusannya Nabi mengadakan Maulid Nabi," kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thullab, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah itu.
Baca juga:Mengupas Ragam Perayaan Maulid Nabi di Tanah Air
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 58, "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”
Kiai Said menegaskan bahwa karunia Allah yang dimaksud dalam ayat tersebut menurut ulama ahli tafsir adalah pengutusan Nabi Muhammad saw sebagai seorang Rasulullah kepada manusia. Selain itu, karunia yang dimaksud juga merupakan agama Islam dan Al-Qur'an. Karenanya, hanyalah Islam agama yang diterima Allah SWT.
"Perlu terus memperingati hari lahirnya Kanjeng Nabi," katanya saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, dikutip dari NU Online, Selasa (10/9/2024).
Sebab, kata Kiai Said Asrori, Nabi Muhammad saw merupakan sosok makhluk terbaik yang Allah SWT. Kelahirannya dan diutusnya Nabi perlu disyukuri.
"Merasa senang dengan pengutusannya Nabi mengadakan Maulid Nabi," kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thullab, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah itu.
Baca juga:Mengupas Ragam Perayaan Maulid Nabi di Tanah Air
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 58, "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”
Kiai Said menegaskan bahwa karunia Allah yang dimaksud dalam ayat tersebut menurut ulama ahli tafsir adalah pengutusan Nabi Muhammad saw sebagai seorang Rasulullah kepada manusia. Selain itu, karunia yang dimaksud juga merupakan agama Islam dan Al-Qur'an. Karenanya, hanyalah Islam agama yang diterima Allah SWT.