Dosen UM Surabaya Jelaskan Cara Deteksi Dini Kanker Payudara
Tim langit 7
Jum'at, 13 September 2024 - 14:00 WIB
ilustrasi
Kanker payudara menjadi salah satu penyumbang kematian pertama di Indonesia. Penyebab tingginya angka kematian tersebut salah satunya karena sebagian besar tidak tahu cara mendeteksi dini kanker payudara. Diketahui sekitar 70% pasien dideteksi sudah di tahap lanjut.
Dosen Prodi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Syuhrotut Taufiqoh menjelaskan, deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Baca juga:Field Trip Seru: Ridhoka Salma Ajak Siswa MI Mathlaul Ulum Belajar Kesehatan
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk deteksi dini kanker payudara:
1. Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari).
Sadari adalah langkah pertama yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Periksa payudara secara rutin untuk mencari benjolan, perubahan bentuk, atau perubahan warna kulit.
“Idealnya, lakukan ini setelah menstruasi setiap bulan atau pada tanggal yang sama setiap bulan jika sudah menopause,”ujar Syuhrotut.
Dosen Prodi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Syuhrotut Taufiqoh menjelaskan, deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Baca juga:Field Trip Seru: Ridhoka Salma Ajak Siswa MI Mathlaul Ulum Belajar Kesehatan
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk deteksi dini kanker payudara:
1. Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari).
Sadari adalah langkah pertama yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Periksa payudara secara rutin untuk mencari benjolan, perubahan bentuk, atau perubahan warna kulit.
“Idealnya, lakukan ini setelah menstruasi setiap bulan atau pada tanggal yang sama setiap bulan jika sudah menopause,”ujar Syuhrotut.