Seleksi Alam, 10 Tahun Mendatang Indonesia Menyisakan 3 Bank Digital
Mahmuda attar hussein
Ahad, 12 September 2021 - 09:30 WIB
Ilustrasi bank digital: Foto: Langit7/Istock
Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Jahjya Setiaatmadja, menyebutkan selama 10 tahun mendatang akan terjadi seleksi alam terhadap pasar perbankan digital. Ia memprediksi, persaingan antara berbagai bank digital di Indonesia, hanya akan menyisakan maksimal tiga bank digital di sektor tertentu.
Menurutnya, dari berbagai pengalaman lalu dalam seleksi alam bank tradisional akan terulang kembali menimpa bank digital. Seperti yang terjadi pada 1980-an, di mana saat itu tersedia sekitar 200 bank, tapi yang mampu bertahan hingga kini bahkan hanya menyisakan tidak lebih dari 20 bank.
Baca juga:Pelaut Ini Buang Jangkar di Kampung Halaman, Sukses Bangun Bisnis Cafe and Resto
Berdasarkan pengamatannya, kejadian ini juga tidak hanya menimpa perbankan di tanah air. Ia juga menyebutkan fenomena dunia perbankan terjadi di negara tetangga, seperti WeChat di China, KakaoBank di Korea Selatan, dan Rakuten Bank di Jepang, di mana mereka menjadi pemimpin keuangan digital di negara masing-masing.
“Saya pikir dalam 10 tahun dari sekarang, di Indonesia saya lihat sorry to say hanya akan tersisa tiga bank digital. Jujur saja,” ujarnya di Webinar Banking Outlook 2021, minggu kedua September.
Belajar dari persaingan kartu kredit, lanjut dia, perusahaan yang ingin memimpin harus mampu berdiri tanpa harus bakar uang atau mengandalkan promo. Sebab, yang terpenting untuk memenangkan kompetisi dalam persaingan adalah berhasil merebut loyalitas masyarakat tanpa embel-embel diskon dan promo.
Baca juga:Erick Thohir Tunjuk PLN Sebagai Pengelola e-Procurement Academy BUMN
Menurutnya, dari berbagai pengalaman lalu dalam seleksi alam bank tradisional akan terulang kembali menimpa bank digital. Seperti yang terjadi pada 1980-an, di mana saat itu tersedia sekitar 200 bank, tapi yang mampu bertahan hingga kini bahkan hanya menyisakan tidak lebih dari 20 bank.
Baca juga:Pelaut Ini Buang Jangkar di Kampung Halaman, Sukses Bangun Bisnis Cafe and Resto
Berdasarkan pengamatannya, kejadian ini juga tidak hanya menimpa perbankan di tanah air. Ia juga menyebutkan fenomena dunia perbankan terjadi di negara tetangga, seperti WeChat di China, KakaoBank di Korea Selatan, dan Rakuten Bank di Jepang, di mana mereka menjadi pemimpin keuangan digital di negara masing-masing.
“Saya pikir dalam 10 tahun dari sekarang, di Indonesia saya lihat sorry to say hanya akan tersisa tiga bank digital. Jujur saja,” ujarnya di Webinar Banking Outlook 2021, minggu kedua September.
Belajar dari persaingan kartu kredit, lanjut dia, perusahaan yang ingin memimpin harus mampu berdiri tanpa harus bakar uang atau mengandalkan promo. Sebab, yang terpenting untuk memenangkan kompetisi dalam persaingan adalah berhasil merebut loyalitas masyarakat tanpa embel-embel diskon dan promo.
Baca juga:Erick Thohir Tunjuk PLN Sebagai Pengelola e-Procurement Academy BUMN