home global news

Ketegangan Memuncak: Hezbollah Peringatkan Israel Soal Dampak Perang di Perbatasan

Senin, 16 September 2024 - 05:00 WIB
Ketegangan Memuncak: Hezbollah Peringatkan Israel Soal Dampak Perang di Perbatasan
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wakil pemimpin Hezbollah memperingatkan pada Sabtu bahwa perang total yang dilancarkan Israel untuk memulangkan 100.000 pengungsi ke rumah mereka di wilayah dekat perbatasan Lebanon justru bisa mengakibatkan "ratusan ribu" orang lainnya mengungsi. Naim Qassem, orang nomor dua di kelompok yang didukung Iran ini, berbicara setelah Menteri Pertahanan Yoav Gallant menyatakan tekad Israel untuk memulihkan keamanan di wilayah utaranya.

Gallant mengatakan kepada pasukan Israel pekan lalu bahwa "kami siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi di utara." Dalam pidatonya di Beirut, Qassem menegaskan: "Kami tidak berniat memulai perang, karena kami anggap itu tidak akan berguna. Namun, jika Israel memicu perang, kami akan menghadapinya -- dan akan ada kerugian besar di kedua pihak."

"Jika mereka pikir perang seperti itu akan memungkinkan 100.000 pengungsi kembali ke rumah... kami memperingatkan: Bersiaplah menghadapi ratusan ribu pengungsi lainnya," tambah Qassem.

Hezbollah telah terlibat baku tembak hampir setiap hari dengan pasukan Israel untuk mendukung sekutunya Hamas sejak serangan kelompok militan Palestina itu terhadap Israel pada 7 Oktober memicu perang di Gaza. Ribuan orang yang tinggal di wilayah perbatasan kedua negara telah mengungsi akibat pertempuran tersebut.

Pada Sabtu malam, militer Israel menyatakan angkatan udaranya telah menyerang lokasi yang diduga sebagai fasilitas penyimpanan senjata Hezbollah di dua lokasi di Lembah Beqaa timur Lebanon, serta di enam lokasi di selatan. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan tiga anak-anak termasuk di antara empat orang yang terluka dalam serangan Israel di distrik Hermel, Beqaa utara, sekitar 140 kilometer dari perbatasan Israel.

Sumber yang dekat dengan Hezbollah mengatakan serangan itu menargetkan sebuah peternakan di daerah tersebut, yang merupakan basis kuat kelompok militan itu. Serangan kedua di desa Serine, dekat Baalbek, menargetkan "gudang penyimpanan produk makanan," tambah sumber tersebut.

Kekerasan lintas perbatasan sejak awal Oktober telah menewaskan 623 orang di Lebanon, sebagian besar pejuang tetapi juga termasuk setidaknya 142 warga sipil, menurut penghitungan media asing. Di pihak Israel, termasuk di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi, pihak berwenang telah mengumumkan kematian setidaknya 24 tentara dan 26 warga sipil.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya