home global news

Diam Diam Kesuksesan CEO "Dibunuh" Saat Rapat Oleh Ponsel Ponselnya Sendiri

Senin, 16 September 2024 - 17:08 WIB
Diam Diam Kesuksesan CEO Dibunuh Saat Rapat Oleh Ponsel Ponselnya Sendiri
LANGIT7.ID-Jakarta; Bukan hal yang aneh bagi banyak klien, mulai dari pemilik bisnis yang sangat kaya hingga CEO Fortune 500, untuk menggunakan dua hingga tiga ponsel saat rapat. Kurangnya perhatian dalam rapat adalah pembunuh diam diam kesuksesan yang merupakan akar penyebab banyak keputusan buruk di ruang rapat.

Para pemimpin terus-menerus diminta untuk berinovasi, menyusun strategi, dan berpikir besar. Namun, sementara sebagian besar pemilik bisnis, CEO, dan eksekutif fokus pada perluasan visi mereka untuk masa depan, ada kekuatan tak terlihat yang sedang bermain yang melemahkan kemampuan mereka untuk melakukannya: rentang perhatian yang semakin menyempit. Ini adalah penyakit diam-diam yang menyusup ke dalam rutinitas harian kita, yang dipicu oleh gadget dan platform yang kita andalkan untuk tetap terhubung. Dan meskipun tidak kentara, dampaknya sangat besar.

Inilah sebabnya Steve Jobs terkenal karena menegur siapa pun yang tidak memperhatikan dalam setiap rapat ataupun momen penting, bahkan sedetik pun.

Pikirkanlah: otak yang kita gunakan untuk membangun perusahaan bernilai jutaan dolar adalah otak yang sama yang kita gunakan untuk secara kompulsif memeriksa ponsel kita untuk mendapatkan pembaruan terkini. Paradoks ini tidak pernah lebih nyata. Kita menuntut fokus, visi jangka panjang, dan pengambilan keputusan strategis dari para eksekutif kita, tetapi pada saat yang sama, kita mengondisikan diri kita untuk mendambakan suntikan suntikam "dopamin" berupa pemberitahuan yang menggulir cepat umpan media sosial, atau pesan teks singkat.

Dopamin, yang sering disebut neurotransmitter "yang memberikan rasa senang", dilepaskan saat kita mengalami sesuatu yang menyenangkan, seperti memeriksa notifikasi terbaru atau menerima email. Perbaikan cepat ini membuat ketagihan, terutama dalam konteks ponsel pintar, di mana kita selalu hanya berjarak satu klik dari hadiah berikutnya. Seperti yang ditunjukkan oleh Jeff Bezos sendiri, ponsel telah menjadi perangkat yang menyempitkan perhatian. Dan meskipun kita mungkin percaya bahwa mengelola bisnis kita dari gadget ini membantu kita tetap terhubung dan efisien, kenyataannya, gadget tersebut merusak kemampuan kita untuk fokus pada gambaran yang lebih besar.(*/saf/inquirer)
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya