home global news

CEO Microsoft Nadella Bicara Masa Depan Kepemimpinan Mulai Rapat Sampai Urusan Yang Paling Rumit

Rabu, 18 September 2024 - 12:14 WIB
CEO Microsoft Nadella Bicara Masa Depan Kepemimpinan Mulai Rapat Sampai Urusan Yang Paling Rumit
LANGIT7.ID-Jakarta; CEO Microsoft Satya Nadella menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi kepemimpinan di dunia yang berubah dengan cepat saat ini. Ia mendesak para pemimpin untuk merangkul optimisme, energi, dan kejelasan untuk mengelola tim secara efektif. Dalam percakapan dengan salah satu pendiri LinkedIn Reid Hoffman, Nadella menguraikan tiga sifat utama yang harus menjadi fokus para pemimpin untuk menghadirkan kejelasan, menghasilkan energi, dan memecahkan tantangan yang rumit, menurut laporan oleh Hindustan Times.

"Dunia membutuhkan pemimpin yang dapat tetap positif dan bersemangat meskipun menghadapi kesulitan," kata Nadella. "Ujian kepemimpinan yang sebenarnya adalah kemampuan untuk menghadirkan kejelasan pada suatu situasi, menghasilkan energi, dan mengatasi masalah yang tampaknya tidak dapat diatasi. Pemimpin yang dapat melakukan ini pada akhirnya akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik," tambah laporan tersebut.

Peran soft skills

Nadella juga menekankan pentingnya soft skills dalam kepemimpinan, mendorong para pemimpin untuk memahami bahwa karyawan termotivasi oleh koneksi dengan rekan kerja mereka, bukan kebijakan. "Orang datang untuk orang lain, bukan untuk kebijakan," ungkapnya. "Sebagai pemimpin, kita perlu menciptakan pengalaman yang bermakna. Ini bukan tentang menjadwalkan rapat, ini tentang menciptakan acara yang mempertemukan orang," kata CEO Microsoft tersebut.

Kepala Microsoft tersebut juga menyinggung tantangan yang berkembang di dalam perusahaan, yang disebutnya sebagai "paradoks produktivitas." Ia menjelaskan bahwa sementara banyak manajer merasa karyawan berkinerja buruk, para pekerja sendiri melaporkan merasa bekerja terlalu keras. Kesenjangan ini, kata Nadella, adalah sesuatu yang tengah ditangani secara aktif oleh Microsoft, tambah laporan tersebut.

Microsoft dan perusahaan investasi besar BlackRock pada hari Selasa mengatakan mereka telah bekerja sama untuk mengumpulkan dana sebanyak $100 miliar untuk pusat data dan infrastruktur guna mendukung kecerdasan buatan, menurut laporan media.

Aliansi tersebut mencakup Global Infrastructure Partners dan firma investasi teknologi canggih MGX, yang didirikan di Abu Dhabi tahun ini.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya