home global news

Rupiah Ditutup Stagnan, Pasar Menanti Keputusan The Fed

Rabu, 18 September 2024 - 15:30 WIB
Rupiah Ditutup Stagnan, Pasar Menanti Keputusan The Fed
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Rupiah ditutup stagnan pada perdagangan sore ini, meskipun sempat mengalami pelemahan sebesar 25 poin. Mata uang Garuda ini bertahan di level Rp15.335 per dolar AS, sama dengan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan sikap wait-and-see investor menjelang pengumuman keputusan suku bunga dari Federal Reserve AS.

Analis pasar valuta asing mencatat bahwa tekanan pada rupiah sebagian besar disebabkan oleh penguatan dolar AS secara global. Sentimen pasar yang cenderung risk-off menjelang pertemuan The Fed turut berkontribusi pada pelemahan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

"Pasar masih menunggu sinyal dari The Fed terkait arah kebijakan moneter ke depan. Hal ini membuat pergerakan rupiah cenderung terbatas dan fluktuatif," ujar Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka dalam keterangan resmi, Rabu (18/9/2024).

Meskipun menghadapi tekanan, rupiah masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya. Faktor fundamental ekonomi Indonesia yang solid, termasuk surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, menjadi penopang nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Di sisi eksternal, rilis data penjualan ritel AS yang secara tak terduga naik 0,1 persen pada bulan Agustus menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap berada pada pijakan yang kokoh. Hal ini mendukung sikap yang kurang agresif oleh Federal Reserve, yang secara luas diharapkan akan memberikan pemotongan suku bunga pertamanya dalam lebih dari empat tahun.

Komite Pasar Terbuka Federal Fed akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada akhir pertemuannya hari Rabu, yang akan diikuti oleh konferensi pers Ketua Jerome Powell. Kontrak berjangka dana Fed menunjukkan peluang pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin berada di angka 63%, meningkat dari 30% seminggu lalu.

Data ekonomi lainnya yang dirilis pada hari Rabu juga memberikan dukungan bagi Fed untuk tidak terlalu agresif dalam memangkas suku bunga. Persediaan bisnis AS mencatat kenaikan yang lebih baik dari perkiraan sebesar 0,3% pada bulan Juli, sementara produksi pabrik meningkat pada bulan Agustus.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya