home global news

Walkie-Talkie Meledak Massal di Lebanon, Produsen Sebut Itu Barang Palsu

Kamis, 19 September 2024 - 14:45 WIB
Prosesi pemakaman korban ledakan massal pager di Lebanon kemarin. Saat hal ini berlangsung,, terjadi ledakan massal walkie-talkie yang menewaskan 14 orang dan 450 orang luka-luka. Foto: AP news
Usai ledakan pager secara hampir bersamaan terjadi di Lebanon, kini hal serupa terjadi pada walkie-talkie. Merespons hal ini, perusahaan pembuat walkie-talkie pun membantah. Ia menyebutkan, kemungkinan itu adalah barang palsu dan bukan yang dibuat pihaknya.

Seorang eksekutif penjualan di anak perusahaan pembuat walkie-talkie Jepang Icom di Amerika Serikat mengatakan bahwa perangkat radio yang meledak di Lebanon, tampaknya merupakan produk tiruan dan bukan dibuat oleh Icom.

“Saya jamin itu bukan produk kami,” kata Ray Novak, manajer penjualan senior divisi radio amatir Icom Amerika, dalam sebuah wawancara hari Rabu di sebuah pameran dagang di Providence, Rhode Island, melansir apnews.com, Kamis (19/9/2024).

Baca juga:Usai Ledakan Pager Massal di Lebanon, Kini Walkie-Talkie Meledak Tewaskan 14 Orang

Novak mengatakan, Icom memperkenalkan model radio dua arah V82 lebih dari dua dekade lalu dan sudah lama dihentikan. Ini disukai oleh operator radio amatir dan untuk digunakan dalam komunikasi sosial atau darurat, termasuk oleh orang-orang yang melacak tornado atau angin topan, katanya.

Novak menambahkan, sepanjang hari ia menerima panggilan telepon dan mencoba meluruskan informasi yang salah tentang perangkat Icom yang dihentikan produksinya itu. Ia menunjukkan kepada reporter melalui ponselnya betapa mudahnya menemukan versi palsu dari produk yang dijual secara online.

Sementara itu, melansir dari cnn.com, Kamis (19/9/2024), perusahaan Jepang Icom mengatakan bahwa model walkie-talkie yang terkait dengan ledakan di Lebanon telah dihentikan produksinya satu dekade lalu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya