home sosok muslim

Kisah Danny Jin, Rapper Muda yang Membangkitkan Semangat Perlawanan Palestina

Sabtu, 21 September 2024 - 05:10 WIB
Kisah Danny Jin, Rapper Muda yang Membangkitkan Semangat Perlawanan Palestina
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Danny Jin baru mengetahui dirinya keturunan Palestina saat berusia delapan tahun. Rapper berdarah campuran Palestina-Jepang berusia 19 tahun ini mengungkapkan bahwa ayahnya jarang membicarakan asal-usul Palestinanya selama masa kecil Danny. Satu-satunya petunjuk bahwa dia memiliki darah Arab adalah kebiasaannya makan za'atar.

Melansir The New Arab, seiring bertambahnya usia, Danny Jin mulai memahami alasan di balik keengganan ayahnya membahas negara asalnya. Ternyata, kakeknya yang sedang kuliah di Mesir tidak pernah bisa kembali ke tanah kelahirannya sejak 1967.

Setelah menikah, kakek Danny pindah ke Kuwait. Namun, mereka terpaksa menjadi pengungsi untuk ketiga kalinya ketika semua warga negara Yordania diperintahkan meninggalkan Kuwait saat Perang Teluk Pertama. Akhirnya, keluarga mereka menetap di Prancis dan berhasil membangun kehidupan yang layak. Pengalaman traumatis akibat pengungsian berulang membuat kakeknya menasihati ayah Danny dan saudara-saudaranya untuk fokus meraih kesuksesan dan melupakan masa lalu.

Namun, sejak Oktober 2023, rapper yang berbasis di Tokyo ini mengakui bahwa musiknya mulai bernuansa politis. Dia menyadari bahwa media dan saluran berita Jepang hanya melaporkan berita umum tentang Gaza. Hampir semua orang yang dia kenal tidak memahami situasi sebenarnya di sana.

Danny Jin menjelaskan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat Jepang tentang Palestina bukan kesalahan mereka. Hal ini berakar dari sistem pendidikan negara tersebut. Dalam pelajaran sejarah, Palestina tidak pernah dibahas secara mendalam.

"Mereka masih menganggap ini sebagai masalah agama. Mereka pikir ini adalah perang yang seimbang antara Israel dan Hamas. Mereka tidak pernah berpikir bahwa ini adalah bentuk pendudukan. Mereka mengira semua ini baru dimulai setelah 7 Oktober," ujar Danny Jin.

Dia melanjutkan, "Saya bersekolah di SD, SMP, dan SMA Jepang. Hanya ada satu bagian kecil di satu halaman yang menyebutkan ada masalah antara Israel dan Palestina karena agama."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya