AS Desak Israel Perpanjang Hubungan Perbankan dengan Palestina demi Keamanan Kawasan
Nabil
Selasa, 24 September 2024 - 06:23 WIB
AS Desak Israel Perpanjang Hubungan Perbankan dengan Palestina demi Keamanan Kawasan
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wakil Menteri Keuangan AS, Wally Adeyemo, mendesak Israel untuk memperpanjang hubungan perbankan dengan bank-bank Palestina setidaknya selama satu tahun. Langkah ini bertujuan mencegah krisis ekonomi di Tepi Barat yang bisa mengancam keamanan Israel sendiri.
Adeyemo menyampaikan pesan ini saat bertemu Gubernur Bank Israel, Amir Yaron, di New York pada Senin lalu. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB, sebelum Adeyemo bertemu terpisah dengan Raja Abdullah dari Yordania.
"Dia menyampaikan kekhawatiran pemerintah AS tentang ancaman dari beberapa pihak di pemerintah Israel untuk memutus hubungan koresponden perbankan antara bank Israel dan Palestina. Adeyemo menegaskan bahwa hubungan ini harus diperpanjang minimal satu tahun," kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan tentang pertemuan Adeyemo dengan Yaron.
Belum ada tanggapan langsung dari Bank Israel terkait hal ini.
Pejabat AS telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa ancaman dari Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dan pejabat Israel lainnya untuk memutus hubungan bank Palestina dari bank koresponden Israel mereka bisa mengacaukan stabilitas Otoritas Palestina. Hal ini pada gilirannya dapat membahayakan keamanan Israel sendiri.
Izin korespondensi perbankan akan berakhir pada 31 Oktober, yang berisiko mengganggu transaksi ekspor dan impor senilai hampir $10 miliar, menurut pejabat Departemen Keuangan AS.
Adeyemo mengatakan kepada Raja Abdullah bahwa langkah Israel memutus hubungan dengan bank Palestina akan meningkatkan risiko ketidakstabilan regional. Hal ini juga bisa mendorong lebih banyak transaksi keuangan Palestina ke ranah gelap, yang keduanya akan membahayakan keamanan Israel dan kawasan, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Adeyemo menyampaikan pesan ini saat bertemu Gubernur Bank Israel, Amir Yaron, di New York pada Senin lalu. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB, sebelum Adeyemo bertemu terpisah dengan Raja Abdullah dari Yordania.
"Dia menyampaikan kekhawatiran pemerintah AS tentang ancaman dari beberapa pihak di pemerintah Israel untuk memutus hubungan koresponden perbankan antara bank Israel dan Palestina. Adeyemo menegaskan bahwa hubungan ini harus diperpanjang minimal satu tahun," kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan tentang pertemuan Adeyemo dengan Yaron.
Belum ada tanggapan langsung dari Bank Israel terkait hal ini.
Pejabat AS telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa ancaman dari Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dan pejabat Israel lainnya untuk memutus hubungan bank Palestina dari bank koresponden Israel mereka bisa mengacaukan stabilitas Otoritas Palestina. Hal ini pada gilirannya dapat membahayakan keamanan Israel sendiri.
Izin korespondensi perbankan akan berakhir pada 31 Oktober, yang berisiko mengganggu transaksi ekspor dan impor senilai hampir $10 miliar, menurut pejabat Departemen Keuangan AS.
Adeyemo mengatakan kepada Raja Abdullah bahwa langkah Israel memutus hubungan dengan bank Palestina akan meningkatkan risiko ketidakstabilan regional. Hal ini juga bisa mendorong lebih banyak transaksi keuangan Palestina ke ranah gelap, yang keduanya akan membahayakan keamanan Israel dan kawasan, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.