Tak Tanggung-tanggung, Pria Arab Ini Nikahi Kepsek, Guru dan Murid dari Sekolah yang Sama
Lusi mahgriefie
Rabu, 25 September 2024 - 13:37 WIB
Pria Arab menikahi empat orang yaitu kepala sekolah, guru, dan siswi yang kesemuanya dari di satu sekolah yang sama.
Mendengar kabar seorang pria menikahi lebih dari satu perempuan atau poligami bukan hal mengejutkan. Namun apa yang dilakukan seorang pria asal Arab Saudi berusia sekira 50 tahun ini sungguh di luar nalar.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu menikah dengan perempuan yang berasal dari satu institusi. Ia menikahi seorang kepala sekolah, guru, dan siswi yang kesemuanya dari di satu sekolah yang sama.
Tak hanya itu, ia juga menikah dengan pengawas pendidikan di sekolah lain.
“Ini adalah kasus yang agak aneh dan unik,” kata seorang guru di sekolah yang sama dengan tiga dari empat istri tersebut, kepada harian berbahasa Arab Saudi, Okaz, melansir gulfnews.com, dilihat Rabu (25/9/2024).
“Kami sering membicarakannya dan semua guru serta siswa melihat bagian yang menyenangkan darinya,” katanya.
Dia menambahkan bahwa kepala sekolah tidak memanfaatkan posisi kepemimpinannya dalam sikapnya terhadap dua istri lainnya, bawahannya, atau supervisor ketika dia melakukan kunjungan inspeksi di sekolah di Jizan di barat daya Arab Saudi.
“Kepala sekolah memperlakukan guru dan siswanya secara normal, seperti yang dia lakukan terhadap staf dan siswa lainnya,” tambahnya.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu menikah dengan perempuan yang berasal dari satu institusi. Ia menikahi seorang kepala sekolah, guru, dan siswi yang kesemuanya dari di satu sekolah yang sama.
Tak hanya itu, ia juga menikah dengan pengawas pendidikan di sekolah lain.
“Ini adalah kasus yang agak aneh dan unik,” kata seorang guru di sekolah yang sama dengan tiga dari empat istri tersebut, kepada harian berbahasa Arab Saudi, Okaz, melansir gulfnews.com, dilihat Rabu (25/9/2024).
“Kami sering membicarakannya dan semua guru serta siswa melihat bagian yang menyenangkan darinya,” katanya.
Dia menambahkan bahwa kepala sekolah tidak memanfaatkan posisi kepemimpinannya dalam sikapnya terhadap dua istri lainnya, bawahannya, atau supervisor ketika dia melakukan kunjungan inspeksi di sekolah di Jizan di barat daya Arab Saudi.
“Kepala sekolah memperlakukan guru dan siswanya secara normal, seperti yang dia lakukan terhadap staf dan siswa lainnya,” tambahnya.