home edukasi & pesantren

Mengenal Ponpes Trubus Iman, Perintis Agro-Pesantren di Kalimantan Timur

Senin, 13 September 2021 - 10:13 WIB
Bangunan Pondok Pesantren Trubus Iman Kalimantan Timur dikelilingi oleh perkebunan yang dikelola pesantren (foto: trubusiman.sch.id)
Pesantren melakukan pengajaran keislaman merupakan hal biasa. Menjadi luar biasa ketika pesantren juga mengelola perkebunan berbagai macam komoditas. Itulah yang dilakukan Pondok Pesantren Trubus Iman di Kalimantan Timur. Selain mengelola perkebunan, Pesantren ini dianggap sebagai miniatur 3 tanah suci Umat Islam yakni Mekkah, Madinah dan Baitul Maqdis sebab miniatur kecilnya ada di pesantren ini.

Mengutip Gontor News, sebelum pondok ini berdiri, daerah Tanah Grogot merupakan salah satu daerah terpencil di Kaltim. Daerah itu hanya bisa dijamah oleh para penduduk saat hendak berladang dan berkebun saja. Namun kini, daerah tersebut sudah ramai dikunjungi masyarakat dari luar daerah.

Ponpes ini unik dan inspiratif. Pesantren yang didirikan H Tony Hartono itu mengelola berbagai aktivitas bisnis dan usaha. Mulai dari perkebunan sawit, porang, talas beneng, aren, dan kurma tropis. Ada pula Agrowisata buah-buahan seperti durian, rambutan, salak, sawo, duku, hingga manggis.

H Tony Hartono pernah menjadi wali santri di Pondok Modern Gontor selama 12 tahun. Ia memperhatikan sistem, pola, nilai, serta kurikulum pendidikan di Gontor. Ia terkesan pada satu hal, wakaf bisa membuat Gontor bisa bertahan melewati situasi dan kondisi sejak era sebelum kemerdekaan hingga sekarang.

Dari situ ia terinspirasi untuk mewakafkan tanah. Pada awal mula mewakafkan tanah untuk kepentingan umat, belum terbetik dalam benak untuk membangun pesantren. Pada 2010, ia pernah mencalonkan sebagai Bupati Tanah Paser, namun gagal.

Akan tetapi, kegagalan di dunia politik membuat ia berpaling ke dunia pendidikan. Ia menyebut salah satu cara terbaik meningkatkan SDM bangsa Indonesia ialah pendidikan. Sebelum mendirikan Trubus Iman, H Tony aktif berkontribusi di lembaga-lembaga pendidikan di Kalimantan Timur.

Merasa takcukup hanya berkontribusi ke pesantren-pesantren yang ada di Kaltim, ia pun mendirikan Trubus Iman pada 2011. ia menjadikan Gontor sebagai kiblat. Ia menggandeng Cahaya Siroh dalam membuat kurikulum pendidikan secara mandiri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pesantren agribisnis pesantren ekologi pondok pesantren
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya