Ketua Dewan Pimpinan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati), Ismid Hadad, menilai pondok pesantren memiliki peran besar untuk melestarikan lingkungan. Selain memiliki pengaruh di tengah masyarakat, banyak pesantren yang memiliki program Ekopesantren.
Melalui program tersebut, pesantren diharapkan bisa mencetak santri yang tak hanya paham teks agama, tapi juga mengamalkan di kehidupan sehari-hari dalam bentuk sadar lingkungan.
Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengubah cahaya matahari menjadi listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Itu dilakukan menggunakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pondok Pesantren Nurul Musthofa merupakan satu-satunya pesantren yang berada di tengah hutan. Selain panorama alam yang indah, santri harus beradaptasi dengan alam yang liar.
Pesantren melakukan pengajaran keislaman merupakan hal biasa. Menjadi luar biasa ketika pesantren juga mengelola perkebunan berbagai macam komoditas. Itulah yang dilakukan Pondok Pesantren Trubus Iman di Kalimantan Timur.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memaparkan hasil penelitian hubungan pesantren dan ketahanan pangan. Hasil penelitian itu menyebut pondok pesantren memiliki andil untuk meminimalisasi kekurangan pangan.
Pesantren Ath-Thariq memang didirikan dengan konsep ekologi, selain belajar mengaji para santri diajarkan menjaga kelestarian alam dengan bertani dan berkebun.