Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Keren, Pesantren Ini Pakai Energi Ramah Lingkungan Penuhi Kebutuhan Listrik

Muhajirin Selasa, 16 Agustus 2022 - 14:41 WIB
Keren, Pesantren Ini Pakai Energi Ramah Lingkungan Penuhi Kebutuhan Listrik
Panel Surya di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (foto: rri.co.id)
LANGIT7.ID, Banjarnegara - Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengubah cahaya matahari menjadi listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Itu dilakukan menggunakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pengadaan PLTS itu merupakan salah satu program yang tengah dijalankan pemerintah Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, berharap PLTS itu bisa mengurangi biaya listrik bagi pengasuh pondok pesantren.

Menurut Yasin, biaya listrik di lingkungan pesantren masih dirasa berat. Atas dasar itu, dia ingin pemanfaatan PLTS bisa dirasakan oleh masyarakat luas, seperti untuk pelaku UMKM, sekolah dan pondok pesantren. Terlebih, Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang memiliki suplai panas matahari yang melimpah.

Baca Juga: Mengenang KH Mahfudz Syaubari, Kiai Saudagar Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan

“Manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan matahari. Kita punya energi yang besar dan gratis. Ayo kita manfaatkan dengan maksimal. Kita dekatkan (PLTS) ini dengan pesantren, agar nantinya mereka bisa ikut mempelajari dan turut membantu masyarakat lainnya,” kata Yasin, dikutip laman Pemprov Jateng, Selasa (16/8/2022).

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sujarwanto, mengatakan, saat ini Jateng menjadi salah satu provinsi yang mempelopori transisi penggunaan energi fosil menjadi energi baru terbarukan. Ini seiring upaya pemerintah Jateng yang giat mengampanyekan penggunaan energi baru terbarukan seperti PLTS.

“Kita punya tekad, Jateng Solar Provence, provinsi yang basis energinya banyak-banyak dari matahari. Kenapa ini duluan yang dicanangkan pimpinan kita di Jateng, karena matahari itu energi gratis,” ucap Sujarwanto.

Baca Juga: Darul A’shom, Pesantren Al-Quran untuk Teman Tuli di Yogyakarta

Hingga saat ini Jateng memiliki pembangkitan listrik dari PLTS hingga mencapai 300 megawatt. Capaian itu diperoleh atas upaya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota didorong untuk menggunakan PLTS.

Selain itu, banyak sektor industri mengikuti kampanye Jateng Solar Province yang dicanangkan. Gerakan itu diawal dengan pembangunan PLTS di Kantor ESDM Jateng pada 2017. Setahun kemudian diikuti beberapa kantor lain. Setelah itu, pemerintah Jateng menginstruksikan ke SKPD termasuk bupati/wali kota agar memasang PLTS di kantor-kantor pemerintahan.

Dalam hal anggaran, pemasangan PLTS juga menyasar ke sektor bangunan ruang publik seperti sekolah dan pondok pesantren. Namun, karena pandemi Covid-19, rencana pemasangan PLTS diperluas hingga menyasar ke UMKM.

“Kita bantukan juga untuk UMKM agar kemudian UMKM-nya punya energi gratis. Sampai hari ini kita kembangkan, bahkan dari APBN juga memperhatikan itu. Akhirnya, Jawa Tengah dalam konteks transisi energi antar Provinsi di nasional termasuk yang jadi pelopor,” papar Sujarwanto.

Baca Juga: Keren, Santri Pesantren Daarul Hidayah Ciptakan Lampu Murah Ramah Lingkungan

PLTS dapat memberikan keringanan, khususnya pada sektor publik seperti UMKM, sekolah, dan pondok pesantren. Apalagi, yang membutuhkan listrik untuk produksi pada Siang Hari akan terasa jauh efisien.

Sujarwanto mencontohkan bantuan PLTS salah satu UMKM kerajinan rotan dan mebel di Desa Trangsan, Sukoharjo. Alat produksi penekuk rotan dan mesin ketam yang memerlukan daya besar, dapat disuplai listriknya secara gratis melalui tenaga matahari. Bahkan, di sektor pertanian, energi tenaga surya bisa digunakan untuk menghidupkan mesin pompa air untuk mengairi sawah.

“Padahal, kalau pakai energi PLN harus berapa membayarnya. Pertanian juga sama, sudah mulai jalan. Saya kasih contoh di Purworejo, Kebumen, ternyata ramai-ramai petani melakukan pengairan, tidak lagi pakai diesel, tapi pakai Surya,” ucap Sujarwanto.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)