LANGIT7.ID, Bandung - Pesantren bisa menjadi wadah yang tepat untuk mengasah kreativitas para santri. Seperti yang dilakukan Pondok Pesantren Daarul Hidayah. Santri di pesantren yang berlokasi di Cobangkong, Batununggal, Bandung, Jawa Barat itu merakit lampu berteknologi ramah lingkungan dan murah.
Rakitan yang diberi nama Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) itu merupakan inisiasi pemuda asal Cicadas, Ujang Koswara atau akrab disapa Uko. Limar rakitan Uko kini bisa berhasil menerangi sejumlah desa/pelosok yang belum tersentuh listrik dari perusahaan plat merah.
Uko menjelaskan, pengelola pesantren membawa teknologi itu ke pesantren sebagai pendidikan karakter untuk para santri. Menariknya, cara tersebut merupakan salah satu upaya menanamkan pendidikan ikhlas kepada santri. Mereka dilatih untuk membantu masyarakat.
“Ketika kita mengajarkan dengan ikhlas pasti bisa, kenapa yang lain tidak mau karena tidak ikhlas. Salah satunya di pesantren Daarul Hidayah yang dibangun itu adalah budaya produktif, selama ini kita dijajah oleh budaya konsumtif cari uangnya pengibaran ternyata Indonesia bisa,” kata uko, dikutip terasjabar.id, Jumat (5/11/2021).
Uko ingin membuktikan bahwa santri bisa mandiri. Itu dibuktikan dengan mendidik para santri membikin lampu LED dari 1 watt sama dengan 10 watt. Menariknya, lampu itu bisa bertahan 10 tahun. Hanya dalam 5 lima pelatihan, para santri bisa membuat 100.500 bola lampu dan telah disebar ke seluruh Indonesia secara gratis.
19 lampu LED yang dipasang melingkar itu didesain agar cahayanya tersebar merata secara luas. Cangkang lampu berbentuk seperti bola golf. Lampu Limar tetap bisa menyala, meski panel surya tak dapat menangkap terang matahari yang terhalang oleh cuaca. Kelebihan lampu Limar ini hemat energi. Tentu lampu ini dapat mengurangi gas karbondioksida.
Dalam instalasi lampu itu pun sangat sederhana, panel surya yang mengonversi listrik kemudian disimpan di dalam aki. Lalu lampu mengambil daya dari aki yang sudah diisi listrik itu. Prosedur ini bisa lebih efektif dan ekonomis untuk memberikan penerangan yang cukup memadai kepada masyarakat.
Sampai saat ini, rumah-rumah yang tidak terlayani oleh Program Listrik Masuk Desa, sekitar 300 ribu rumah telah menggunakan produk tersebut secara gratis.
Pesantren Daarul Hidayah merupakan pesantren yang dihuni mayoritas anak jalanan dari sekitaran Kota Bandung. Sang pendiri, Ki Haji Ajengan Memed berinisiatif membantu anak-anak jalan itu agar bisa memperoleh pendidikan yang layak.
(jqf)