Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

PBNU Gagas Pesantren Hijau, Cetak Santri Sadar Lingkungan

Muhajirin Selasa, 06 September 2022 - 22:20 WIB
PBNU Gagas Pesantren Hijau, Cetak Santri Sadar Lingkungan
Peluncuran Program Pesantren Hijau di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta (Foto: nu.or.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Laziz-NU) PBNU, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU, dan Bank Mega Syariah menggagas program Kick Off Program Pesantren Hijau.

Melalui program tersebut, pesantren diharapkan bisa mencetak santri yang tak hanya paham teks agama, tapi juga mengamalkan di kehidupan sehari-hari dalam bentuk sadar lingkungan. Itu merupakan amalan dari Surah Al-Baqarah ayat 30.

Dalam ayat tersebut, Allah mengamani manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Bumi dan segala isinya dianugerahkan kepada manusia. Manusia juga diwajibkan mengelola bumi dan segala isinya agar bisa digunakan untuk kebaikan seluruh alam, bukan hanya untuk manusia saja.

Baca Juga: Pesantren Ekologi Ath-Thaariq: Tak Hanya Ngaji, Tapi Juga Menjaga Alam Terus Lestari

“Kita salah satu unsur di dalam masyarakat berkewajiban pula dalam rangka menjalankan amanah kita selaku manusia,” kata Sekretaris Lazis-NU PBNU, Moesafa, dalam Kick Off Program Pesantren Hijau, dikutip kanal TVNU, Senin (5/9/2022).

Menurut Moesafa, mencetak santri sadar lingkungan sangat penting, sebab mereka merupakan calon dai dan ulama yang akan terjun ke tengah masyarakat. Dengan begitu, mereka akan membawa kesadaran tersebut di tengah masyarakat.

“Jadi kita berpikir sederhana sebelum kita melangkah keluar, kita maksimalkan dulu pemahaman kesadaran dan aksi dari kita dan keluarga besar kita, tidak perlu khawatir ke depan kita akan juga sentuh pihak-pihak lain atau pihak luar,” ujarnya.

Program pesantren hijau baru dilaksanakan di tujuh pesantren di lima provinsi. Pemilihan itu berdasarkan hasil koordinasi, riset dan evaluasi. Moesafa berharap dari tujuh pesantren itu bisa menginspirasi pesantren lain.

Baca Juga: Pesantren Ini Ada di Tengah Hutan, Santri Menyatu dengan Alam

“Kami yakin apapun yang kita lakukan sekecil apapun yang kita lakukan pasti akan mempunyai dampak yang besar terhadap kehidupan yang lebih besar, terkait dengan isu lingkungan saya kira pesantren ini juga menjadi titik yang strategis, karena di lingkungan pesantren banyak masyarakat dan di pesantrennya sendiri berkumpul banyak manusia dengan santri yang begitu banyak,” kata Moesafa.

Hal serupa disampaikan Ketua Lazis-NU PBNU, Habib Ali Hasan Al Bahar. Dia mengatakan, program pesantren hijau dilaksanakan di tujuh pesantre. Itu akan mengawali kesadaran santri terhadap lingkungan.

Sebelum Allah menciptakan manusia, seperti termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, malakat sudah memprediksi manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi. Malaikat menyampaikan, mereka yang selalu taat kepada Allah lebih layak daripada manusia.

Namun, dalam ayat itu, Allah menegaskan, manusia memiliki apa yang tidak dimiliki para para malaikat. Lalu, Allah mengajarkan kepada Nabi Adam AS segala jenis benda dan fungsi-fungsi ciptaan Allah.

Baca Juga: Mengenal Ponpes Trubus Iman, Perintis Agro-Pesantren di Kalimantan Timur

“Kemudian Nabi Adam yang Sudah paham dipamerkan Allah di depan malaikat, malaikat yang tadinya bertanya-tanya sekarang ditanya (Allah), tolong jelaskan apa fungsi-fungsi dari semua ciptaan ini?” Ucap Habib Ali Hasan.

Pada akhirnya malaikat mengakui dan memui Allah. Mereka mengakui tidak ada ilmu pengetahuan yang dimiliki kecuali apa yang diberikan oleh Allah. Sementara, Nabi Adam mengetahui segala fungsi-fungsi ciptaan Allah.

“Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa kita sebagai manusia, semua alam raya ini bersaudara dengan kita, di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang bicara soal alam semesta dan lingkungan. Begitu pula hadits Nabi Muhammad SAW yang semestinya mendorong kita sebagai muslim untuk memastikan bahwa alam ini adalah amanat yang Allah berikan kepada kita, lingkungan itu mendapatkan dari apa yang kita lakukan,” jelas Habib Ali Hasan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)