LANGIT7.ID, Jakarta - Imam Besar
Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, mengungkapkan, Istiqlal menjadi masjid pertama di dunia sebagai rumah ibadah dengan bangunan ramah lingkungan atau green building. Itu dibuktikan dengan adanya penghargaan
Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).
“Masjid atau rumah ibadah yang paling pertama mengembangkan konsep penghematan energi. Kami tidak tahu, kalau kami diam-diam diperhatikan oleh orang luar. Tiba-tiba kami mendapatkan penghargaan,” kata Prof Nasar saat menyampaikan sambutan dalam acara Kongres Umat Islam untuk Indonesia Lestari di
Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/7/2022).
Baca Juga: Istiqlal Dinobatkan Sebagai Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Dunia
Penghargaan EDGE itu diberikan
International Finance Corporation melalui
Country Manager IFC pada April 2022 lalu. EDGE merupakan standar bangunan hijau dan sistem sertifikasi untuk membantu pelaku bangunan gedung mewujudkan konsep ramah lingkungan.
Prof Nasar membeberkan beberapa indikator penghargaan tersebut. Pertama,
Masjid Istiqlal bisa menghemat 38% daya listrik karena memanfaatkan tenaga panel surya. Itu berasal dari wakaf energi yang dikelola DKM Istiqlal.
Baca Juga: Mengenal Ragam Teknologi Canggih Ramah Lingkungan di Masjid Istiqlal“Jadi, atap-atap masjid Istiqlal itu sudah hampir separuh dipenuhi panel tenaga surya, sehingga kita bisa menghemat tenaga listrik sekitar 38 persen,” ucapnya.
Kedua, Istiqlal menerapkan
zero water waste. Prof Nasar mengungkapkan, tidak ada setetes air wudhu pun di Istiqlal yang terbuang percuma. Semua air masuk ke kantong-kantong besar di sekeliling masjid.
Lalu air itu diproses untuk bisa diminum. Istiqlal menggunakan teknologi reverse osmosis yang berada di pintu Al-Fattah. Teknologi itu bisa memproses air mentah menjadi air siap minum.
“Hasil airnya pernah dicoba itu sama dengan air mineral, bisa diminum. Tapi, karena kita di sini menganut mazhab Syafi’i, saya masih berkeyakinan bahwa meskipun proses reverse, masih
musta’mal. Jadi, itu dipakai untuk wudhu, bilasan, dan segala macam,” ucap Prof Nasar.
Baca Juga: Wujud Nyata Masjid Istiqlal dalam Dukung Pelestarian Lingkungan
Selain itu, Masjid Istiqlal juga mendapatkan penghargaan sebagai masjid bebas dari virus berbahaya seperti Covid-19. Sejak era delta sampai omicron, Istiqlal selalu mendapatkan penghargaan masjid bebas virus.
“Masjid kita terbuka dari selatan, di situ ada hijau-hijau, kemudian ditiup ke utara. Sirkulasi udaranya seperti itu. Kemudian platform sangat tinggi, sehingga ditemukan virus,” jelas Prof Nasar.
(jqf)