Honda Bawa Sensasi MotoGP ke Jalanan Indonesia dengan CBR1000RR-R Fireblade
Tim langit 7
Kamis, 26 September 2024 - 20:00 WIB
Honda Bawa Sensasi MotoGP ke Jalanan Indonesia dengan CBR1000RR-R Fireblade
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Jagat roda dua Tanah Air kembali bergejolak dengan kehadiran monster aspal terbaru dari Honda. Menjelang perhelatan akbar MotoGP Mandalika, PT Astra Honda Motor (AHM) memamerkan jagoan terbarunya, CBR1000RR-R Fireblade, yang siap mengacaukan persepsi para penikmat kecepatan di Indonesia.
Tak sekadar tampil menawan, si kuda besi ini menyimpan filosofi mendalam di balik deretan huruf pada namanya. Jajaran 'R' yang berjejer bak pagar ini rupanya bukan sekadar hiasan, melainkan cerminan DNA balap yang mengalir dalam setiap titik mesinnya.
Mengupas tuntas arti di balik nama ini, kita diajak menelusuri sejarah. Huruf 'R' pertama dalam CBR ternyata kependekan dari 'Racer', yang bila dirunut lebih jauh membentuk frasa Cross Beam Racer. Istilah ini merujuk pada inovasi Honda dalam merancang rangka, meski kini tidak semua saudaranya menganut paham yang sama.
Kontroversi muncul saat memaknai singkatan CBR. Sebagian kalangan bersikukuh bahwa itu berarti Closed Beam Racer, mengacu pada desain fairing yang memeluk erat rangkanya. Sementara kubu lain lebih suka menjulukinya City Bike Racing, menggambarkan sensasi balap yang bisa dinikmati di tengah hiruk pikuk perkotaan.
Melompat ke dua 'R' berikutnya, kita menemukan makna Racing Replica. Label ini disematkan pada lini produk unggulan Honda di berbagai kelas, menjanjikan performa bak motor balap dalam bungkus yang lebih jinak untuk jalanan umum.
Puncaknya, 'R' terakhir yang ditambahkan belakangan ini menuai pro dan kontra. Dianggap berlebihan oleh sebagian pengamat, Honda tetap kukuh bahwa ini adalah penanda khusus bagi varian yang lebih berorientasi pada lintasan balap. Meski demikian, fleksibilitasnya untuk digunakan di jalan raya tetap terjaga.
Bicara jeroan, CBR1000RR-R Fireblade dibekali mesin 999,9 cc yang seolah menjiplak dimensi Honda RC213V, motor balap kebanggaan mereka di ajang MotoGP. Peningkatan rasio kompresi menjadi 13,6:1 menghasilkan tenaga puncak 214,5 hp dan torsi maksimal 113 Nm, angka yang cukup untuk membuat lutut bergetar.
Tak sekadar tampil menawan, si kuda besi ini menyimpan filosofi mendalam di balik deretan huruf pada namanya. Jajaran 'R' yang berjejer bak pagar ini rupanya bukan sekadar hiasan, melainkan cerminan DNA balap yang mengalir dalam setiap titik mesinnya.
Mengupas tuntas arti di balik nama ini, kita diajak menelusuri sejarah. Huruf 'R' pertama dalam CBR ternyata kependekan dari 'Racer', yang bila dirunut lebih jauh membentuk frasa Cross Beam Racer. Istilah ini merujuk pada inovasi Honda dalam merancang rangka, meski kini tidak semua saudaranya menganut paham yang sama.
Kontroversi muncul saat memaknai singkatan CBR. Sebagian kalangan bersikukuh bahwa itu berarti Closed Beam Racer, mengacu pada desain fairing yang memeluk erat rangkanya. Sementara kubu lain lebih suka menjulukinya City Bike Racing, menggambarkan sensasi balap yang bisa dinikmati di tengah hiruk pikuk perkotaan.
Melompat ke dua 'R' berikutnya, kita menemukan makna Racing Replica. Label ini disematkan pada lini produk unggulan Honda di berbagai kelas, menjanjikan performa bak motor balap dalam bungkus yang lebih jinak untuk jalanan umum.
Puncaknya, 'R' terakhir yang ditambahkan belakangan ini menuai pro dan kontra. Dianggap berlebihan oleh sebagian pengamat, Honda tetap kukuh bahwa ini adalah penanda khusus bagi varian yang lebih berorientasi pada lintasan balap. Meski demikian, fleksibilitasnya untuk digunakan di jalan raya tetap terjaga.
Bicara jeroan, CBR1000RR-R Fireblade dibekali mesin 999,9 cc yang seolah menjiplak dimensi Honda RC213V, motor balap kebanggaan mereka di ajang MotoGP. Peningkatan rasio kompresi menjadi 13,6:1 menghasilkan tenaga puncak 214,5 hp dan torsi maksimal 113 Nm, angka yang cukup untuk membuat lutut bergetar.