LANGIT7.ID-Jakarta; Kekalahan telak 1-4 dari Amerika Serikat memang menjadi hasil pahit bagi Paraguay dalam laga Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium. Namun di tengah malam yang sulit bagi La Albirroja, Mauricio muncul dari bangku cadangan untuk memberikan sedikit hiburan sekaligus menyelamatkan harga diri timnya.
Masuk menggantikan Damian Bobadilla pada awal babak kedua, Mauricio menjadi salah satu pemain Paraguay yang mampu memberikan dampak nyata saat timnya berada dalam tekanan.
Paraguay sebenarnya mencoba tampil lebih berani setelah turun minum. Tertinggal jauh membuat mereka tidak punya banyak pilihan selain bermain lebih agresif dan mencari jalan untuk memperkecil ketertinggalan.
Upaya tersebut mulai terlihat pada menit ke-48. Berawal dari kesalahan pemain Amerika Serikat, Diego Gomez berhasil mendapatkan ruang tembak. Sayangnya, bola yang sempat mengenai kaki lawan hanya melayang tipis di atas mistar gawang.
Baca juga: Gio Reyna Langsung Bersinar dari Bangku Cadangan, Amerika Serikat Gilas Paraguay 4-1Momen itu menjadi salah satu sinyal bahwa Paraguay belum menyerah meski tertinggal jauh. Diego Gomez terus menjadi motor serangan dan beberapa kali berusaha membawa timnya keluar dari tekanan.
Namun masalah utama Paraguay tetap sama. Setiap kali mencoba membangun serangan, mereka kerap kehilangan bola di area yang tidak semestinya. Bahkan saat mulai menemukan ritme permainan, serangan-serangan Paraguay sering terhenti sebelum benar-benar membahayakan pertahanan lawan.
Pelatih Paraguay kemudian mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan Alex Arce menggantikan Antonio Sanabria pada menit ke-62. Pergantian itu memberi energi baru di lini depan, meski peluang bersih masih sulit didapatkan.
Saat pertandingan memasuki menit ke-65, Paraguay kembali memperoleh beberapa kesempatan menyerang. Akan tetapi penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Diego Gomez sempat melepaskan tembakan keras, namun bola melambung jauh dari sasaran.
Baca juga: Gol Bunuh Diri Bobadilla Jadi Awal Petaka Paraguay, Dominasi Amerika Serikat Sulit DibendungSituasi semakin sulit karena Paraguay terlihat kesulitan menjaga intensitas permainan. Bahkan ketika tertinggal tiga gol, mereka tidak mampu memberikan tekanan berkelanjutan kepada Amerika Serikat yang lebih nyaman menguasai bola.
Harapan akhirnya datang pada menit ke-73.
Sebuah kesalahan di lini belakang Amerika Serikat berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Mauricio. Menerima peluang di dalam kotak penalti, pemain yang baru masuk pada babak kedua itu melepaskan penyelesaian tenang dari jarak sekitar 15 yard.
Bola meluncur ke gawang dan mengubah skor menjadi 3-1.
Gol tersebut sempat memberikan secercah optimisme bagi Paraguay. Mauricio berhasil menunjukkan ketajamannya ketika kesempatan datang, sesuatu yang cukup jarang diperlihatkan timnya sepanjang pertandingan.
Namun harapan untuk melakukan comeback tidak pernah benar-benar terwujud.
Amerika Serikat kembali mengambil kendali permainan dan membuat Paraguay lebih banyak bertahan. Sejumlah pergantian pemain kemudian dilakukan dengan Miguel Almiron, Caceres, dan Diego Gomez ditarik keluar untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain.
Baca juga: Christian Pulisic Tak Terbendung, Amerika Serikat Unggul 3-0 atas Paraguay di Babak PertamaMemasuki menit-menit akhir, Paraguay berusaha menjaga agar skor tidak semakin melebar. Gustavo Gomez menerima kartu kuning setelah menghentikan serangan lawan, sementara Alex Arce juga mendapat kartu kuning menjelang berakhirnya pertandingan.
Paraguay sempat mencoba membangun serangan pada masa injury time, tetapi tekanan Amerika Serikat membuat mereka sulit mengembangkan permainan. Situasi semakin berat ketika Cubas mengalami cedera dan harus mendapatkan perawatan di lapangan.
Saat Paraguay berharap bisa menutup pertandingan dengan selisih dua gol, pukulan terakhir justru datang pada menit ke-90+7. Amerika Serikat mencetak gol keempat untuk memastikan kemenangan 4-1.
Meski hasil akhir jauh dari harapan, Paraguay setidaknya menemukan satu hal positif dari pertandingan ini. Mauricio yang masuk dari bangku cadangan mampu memberikan kontribusi nyata ketika banyak pemain lain kesulitan menembus pertahanan lawan.
Gol yang dicetaknya memang tidak mengubah hasil pertandingan, tetapi menjadi satu-satunya momen yang memberi alasan bagi Paraguay untuk tetap mengangkat kepala setelah malam yang berat di Los Angeles.
(lam)