Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 25 Juli 2026
home sports detail berita
Berebut Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Maroko Bangun Stadion Sepak Bola Terbesar di Dunia untuk Bersaing dengan Bernabu Spanyol

sururi al faruq Jum'at, 24 Juli 2026 - 21:10 WIB
Maroko Bangun Stadion Sepak Bola Terbesar di Dunia untuk Bersaing dengan Bernabu Spanyol
(Dok: popoulus)
LANGIT7.ID-Maroko; Maroko punya ambisi besar untuk menjadi tuan rumah piala dunia. Untuk memenuhi ambisinya itu, Maroko sedang membangun stadion sepak bola terbesar di planet ini. Harapannya, bisa menjadi tuan rumah final Piala Dunia.

Edisi 2030 akan diselenggarakan di enam negara di tiga benua, 100 tahun setelah turnamen ikonik ini pertama kali digelar.

Santiago Bernabéu milik Real Madrid yang telah direnovasi dengan biaya $1,91 miliar (sekitar Rp31,1 triliun) menjadi favorit untuk menjadi tuan rumah pertandingan puncak tersebut.

Namun, ada gerakan yang semakin besar yang menyerukan agar Maroko diberikan kehormatan itu.

Rekaman baru menunjukkan pembangunan Grand Stade Hassan II di El Mansouria — sekitar 25 mil di utara Casablanca.

Stadion ini akan mampu menampung 115.000 penonton — 1.000 lebih banyak dari Stadion Rungrado 1st of May di Korea Utara, yang kapasitasnya telah diturunkan dari 150.000 yang diklaim oleh rezim diktator Kim Jong Un.

Dengan perkiraan tanggal penyelesaian pada tahun 2028, stadion ini akan menjadi kandang tim nasional Maroko serta Raja CA dan Wydad AC.

Populous mengerjakan desain bersama arsitek Maroko Oualalou + Choi, dengan atap aluminium mencolok berbentuk tenda Moussem sebagai penghormatan kepada budaya lokal.

Dengan distrik sekitar yang luas yang dilengkapi taman dan kapasitas untuk 12.000 tamu VIP dan hospitality, stadion ini akan sangat cocok bagi FIFA.

Pemerintah diperkirakan hanya akan mengeluarkan $500.000 (sekitar Rp8,15 miliar) untuk proyek ini, menjadikannya sangat murah di tengah stadion-stadion bernilai miliaran dolar.

Hal ini berjalan seiring dengan upaya di industri pariwisata untuk mengakomodasi jumlah pengunjung yang sangat besar.

Menteri Pariwisata negara Afrika Utara itu mengatakan kepada Reuters bahwa mereka akan menambah sekitar 60.000 kamar hotel pada tahun 2030 — peningkatan sebesar 20 persen.

Berupaya menghindari situasi white elephant (proyek besar yang tidak terpakai), stadion ini dirancang untuk menjadi titik awal dengan distrik olahraga dan hiburan yang berkembang untuk memberikan warisan abadi.

Ini adalah tujuan yang ambisius, tetapi sepak bola Maroko sedang berada di era keemasan di dalam dan luar lapangan dan akan segera memiliki stadion sepak bola terbesar di dunia yang bisa dibanggakan, meskipun Stadion Narendra Modi di India — sebuah venue kriket — tetap menjadi yang terbesar untuk semua olahraga dengan kapasitas 132.000 penonton.

Bisakah Donald Trump Menentukan Tuan Rumah Final 2030?

Spanyol adalah favorit sejak lama, tetapi peluang Maroko meningkat karena dorongan humas.

Duta Besar Maroko untuk Amerika Serikat, Youssef Amrani, dan Presiden Federasi Sepak Bola, Fouzi Lekjaa, adalah di antara tokoh-tokohnya dan Donald Trump bisa menjadi sekutu.

Presiden AS memiliki hubungan dekat dengan pimpinan FIFA, Gianni Infantino, dan memiliki dendam dengan Spanyol.

Trump, yang baru-baru ini mendukung kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, telah dikritik oleh pemerintah Spanyol atas penanganannya terhadap Iran dan Palestina.

Menurut media Spanyol Infobae, Juanma Castaño, direktur El Partidazo de COPE, mengklaim bahwa Trump memberikan tekanan untuk mendukung Maroko menjadi tuan rumah final.

Belum ada konfirmasi dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan baik FIFA maupun Gedung Putih belum memberikan komentar publik atas klaim tersebut, yang berarti tidak ada bukti untuk mendukungnya.
Infantino tampaknya akan melanjutkan ekspansi lain setelah sebelumnya meningkatkan jumlah tim dari 32 menjadi 48 tim.

Beberapa pihak percaya langkah ini bisa menghancurkan Piala Dunia selamanya, tetapi presiden FIFA telah mengadopsi mentalitas yang jelas: lebih besar lebih baik.

"Itu pasti masalah yang akan diperiksa dan didiskusikan di komite terkait setelah Piala Dunia ini," kata Infantino kepada Bluewin.
"Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menyelenggarakannya untuk seluruh dunia — bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan — tetapi benar-benar seluruh dunia."

"Setiap negara harus diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi di Piala Dunia. Anda bisa melihat bahwa kualitas tim sangat tinggi — dan terus meningkat, di seluruh dunia."

"Jika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Dunia, mereka akan kehilangan insentif untuk terus berkembang."(*/saf/talksports/foto:popoulus)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 25 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan