Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 Juli 2026
home sports detail berita

FIFA Rilis Pernyataan Dini Hari, Akui Keputusan Wasit di Argentina Memang Melanggar Aturan

sururi al faruq Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45 WIB
FIFA Rilis Pernyataan Dini Hari, Akui Keputusan Wasit di Argentina Memang Melanggar Aturan
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Swiss; FIFA secara efektif mengakui bahwa salah satu keputusan wasit paling kontroversial di Piala Dunia 2026 seharusnya tidak boleh terjadi. Saat ini bukti baru terus bermunculan seiring badan pengatur sepak bola dunia ini masih menangani dampak dari kampanye penuh gejolak anti Argentina.

Pasukan Lionel Scaloni mendapat sorotan tajam sepanjang babak gugur sebelum akhirnya kalah di final dari Spanyol. Beberapa insiden memicu penyelidikan FIFA dan perdebatan sengit soal standar kepemimpinan wasit.

Kini, perhatian kembali tertuju pada kemenangan Argentina di perempat final atas Swiss, setelah pembuat aturan sepak bola mengakui bahwa intervensi asisten wasit video (VAR) sebenarnya tidak diizinkan berdasarkan Laws of the Game (Peraturan Permainan).

Insiden ini berpusat pada penyerang Swiss, Breel Embolo, yang menerima kartu kuning kedua setelah tampak jatuh akibat tekel dari gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Tayangan ulang menunjukkan tidak ada kontak dari Paredes, dan Embolo dituduh mencoba mencari pelanggaran melalui simulasi (jatuh pura-pura).

Wasit meninjau insiden tersebut menggunakan protokol "kesalahan identitas" yang telah direvisi untuk turnamen ini, sebelum mengusir penyerang Swiss tersebut. Keputusan ini terbukti sangat menentukan, karena Swiss akhirnya kalah setelah perpanjangan waktu.

Namun, International Football Association Board (IFAB)—badang yang menyusun aturan permainan dan protokol yang digunakan dalam kompetisi FIFA—kemudian mengonfirmasi bahwa peninjauan tersebut seharusnya tidak dilakukan di bawah hukum VAR yang berlaku.

Dalam sebuah pernyataan, IFAB mengatakan: "Kartu kuning (teguran) selain kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau atau diubah."

Organisasi tersebut menambahkan: "Penggunaan klausul kesalahan identitas untuk menangani simulasi selama Piala Dunia FIFA 2026 diterima dengan baik dan akan dimasukkan dalam tinjauan mendetail terhadap protokol VAR. Namun, klausul tersebut tidak boleh digunakan seperti itu sampai tinjauan selesai."

FIFA menanggapi IFAB dan membela keras interpretasi mereka terhadap klausul kesalahan identitas. Di akun X mereka, akun FIFA Media menulis:

"Interpretasi FIFA tentang Kesalahan Identitas diterapkan secara konsisten selama Piala Dunia FIFA.

"Ada dua kasus di mana seorang pemain secara keliru diidentifikasi sebagai pelaku pelanggaran kartu kuning, dan VAR menyarankan wasit untuk memperbaiki kesalahan faktual yang disebabkan oleh simulasi lawan.

"Simulasi itu sendiri tidak dapat diperdebatkan dan tidak boleh mengakibatkan sanksi disipliner terhadap lawan yang kemudian dapat berakibat lebih lanjut, seperti kartu merah akibat kartu kuning kedua atau skorsing pertandingan akibat akumulasi kartu."

Mereka menambahkan: "Kami tidak menganggap ini sebagai kesalahan wasit atau VAR, dan keputusan itu mengembalikan keadilan.

"Kami mencatat komentar IFAB dalam Surat Edarannya, kami telah berhubungan dengan mereka sepanjang waktu dan mereka mengonfirmasi bahwa interpretasi ini sah, diterima dengan baik, dan akan menjadi bagian dari diskusi tentang revisi Protokol VAR, seperti yang dibahas dalam Rapat Umum Tahunan terakhir."

Kontroversi ini kembali memicu perdebatan tentang jalur Argentina menembus turnamen. Teori konspirasi beredar di dunia maya selama Piala Dunia berlangsung, yang menuduh pejabat berpihak pada tim Amerika Selatan tersebut. Meskipun tidak ada bukti yang mendukung klaim yang lebih luas tersebut, klarifikasi terbaru ini menambah babak baru dalam kampanye yang sudah penuh kontroversi.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, sangat marah setelah pertandingan dan berpendapat bahwa kartu merah itu secara tidak adil merugikan timnya untuk melaju ke semifinal.

"Kami dihukum karena aturan yang sama sekali tidak bisa diterima," kata Yakin.

"Saya tidak mengerti. Sangat menyakitkan kami tersingkir seperti ini. Saya rasa kami tidak pantas mendapatkannya, dan menurut saya anak-anak kami adalah pahlawan sejati.

"Wasit membuat satu keputusan itu, dia ikut campur, itu sama sekali tidak bisa dipahami. Itu adalah situasi yang sudah sering terjadi sebelumnya. Dia memberikan kartu kuning.

"Aturan ini menghancurkan permainan kami hari ini."

Revelasi terbaru ini muncul saat penyelidikan disipliner FIFA terhadap perilaku Argentina selama final Piala Dunia masih berlangsung.

Badan pengatur sepak bola dunia meluncurkan penyelidikan setelah terjadi kekacauan pasca peluit akhir pertandingan saat Argentina kalah dari Spanyol. Beberapa pemain Argentina dan anggota staf kepelatihan diduga telah menghadapi ofisial pertandingan dan terlibat dalam keributan pasca-laga.

FIFA telah menunjuk jaksa untuk memeriksa insiden tersebut, dengan sanksi berupa skorsing dan denda finansial di antara hukuman yang mungkin dijatuhkan.

Penyelidikan juga memeriksa sejumlah insiden lain yang melibatkan Argentina selama tahap akhir turnamen, yang berarti dampak dari Piala Dunia ini terus berlanjut, baik di dalam maupun di luar lapangan.(*/saf/walesonline)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:58
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan