LANGIT7.ID-Jakarta; Paraguay mengalami babak pertama yang sulit saat menghadapi Amerika Serikat dalam laga Grup D Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium. Petaka bagi La Albirroja bermula dari gol bunuh diri Bobadilla yang membuka jalan bagi dominasi Amerika Serikat hingga unggul 3-0 saat turun minum.
Paraguay sebenarnya memulai pertandingan dengan pendekatan yang cukup hati-hati. Tim asuhan mereka memilih bertahan rapat dan tidak terburu-buru melakukan tekanan tinggi terhadap pemain-pemain Amerika Serikat.
Namun rencana tersebut mulai goyah ketika lini belakang Paraguay mendapat tekanan bertubi-tubi dari pergerakan Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Folarin Balogun.
Momen yang mengubah jalannya pertandingan terjadi pada menit ketujuh. Dalam upaya menghalau serangan Amerika Serikat yang dibangun melalui kombinasi McKennie dan Pulisic, Bobadilla justru membelokkan bola ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu membuat Paraguay tertinggal lebih cepat dari yang mereka perkirakan.
Baca juga: Christian Pulisic Tak Terbendung, Amerika Serikat Unggul 3-0 atas Paraguay di Babak PertamaSetelah kebobolan, Paraguay semakin kesulitan mengembangkan permainan. Upaya mereka untuk meredam pergerakan Pulisic juga tidak berjalan sesuai rencana. Juan Cáceres yang bertugas menjaga sektor tersebut bahkan harus menerima kartu kuning pada menit ke-10 setelah terlambat menghentikan laju pemain Amerika Serikat itu.
Paraguay sempat mencoba merespons melalui aksi individu Julio Enciso. Gelandang muda tersebut beberapa kali menjadi sumber kreativitas timnya dan sempat melepaskan tembakan yang berubah arah setelah mengenai pemain lawan. Miguel Almiron juga berusaha mengangkat tempo permainan, tetapi tekanan Amerika Serikat membuat Paraguay sulit membangun serangan dengan nyaman.
Memasuki pertengahan babak pertama, Paraguay mulai menikmati beberapa periode penguasaan bola. Akan tetapi, mereka tetap kesulitan menciptakan peluang bersih di area pertahanan lawan.
Di sisi lain, lini belakang Paraguay terus mendapat ujian. Pulisic berkali-kali berhasil menemukan ruang dan memaksa para pemain bertahan bekerja ekstra keras untuk menutup jalur serangan.
Paraguay sebenarnya sempat mendapat sedikit keberuntungan ketika gol Balogun pada menit ke-28 dianulir karena offside. Namun peringatan tersebut tidak mampu membangunkan lini pertahanan mereka.
Tiga menit berselang, gawang Paraguay kembali jebol. Kali ini Pulisic berhasil lolos di belakang garis pertahanan sebelum mengirim umpan matang kepada Balogun. Penyerang Amerika Serikat itu dengan mudah menggandakan keunggulan lawannya menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol membuat Paraguay semakin tertekan. Organisasi pertahanan mereka mulai terlihat goyah ketika harus menghadapi kombinasi serangan cepat Amerika Serikat. Cáceres terus menjadi sasaran eksploitasi serangan lawan, sementara lini belakang Paraguay kesulitan menghentikan aliran bola yang datang dari berbagai sisi.
Meski berada dalam tekanan, Paraguay tetap berusaha mencari celah untuk bangkit. Namun hingga memasuki penghujung babak pertama, mereka belum mampu menemukan solusi untuk mengatasi dominasi lawan.
Petaka Paraguay semakin lengkap pada masa injury time. Saat pertandingan tampak akan memasuki jeda dengan skor 2-0, Balogun kembali menghukum pertahanan Paraguay. Penyerang tersebut menerima bola di dalam kotak penalti, mengecoh seorang bek, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang untuk mengubah skor menjadi 3-0 pada menit 45+5.
Gol tersebut menutup babak pertama yang penuh kesulitan bagi Paraguay. Berawal dari gol bunuh diri Bobadilla pada menit ketujuh, Paraguay terus berada di bawah tekanan dan belum menemukan cara untuk menghentikan dominasi Amerika Serikat hingga peluit turun minum dibunyikan.
(lam)