Terobosan Diplomatik, Aliansi Global Dukung Kemerdekaan Palestina
Nabil
Selasa, 01 Oktober 2024 - 13:34 WIB
Terobosan Diplomatik, Aliansi Global Dukung Kemerdekaan Palestina
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, mengumumkan pembentukan aliansi global untuk mewujudkan solusi dua negara di New York pada hari. Aliansi ini didukung oleh mitra-mitra Arab, Islam, dan Eropa, dengan pertemuan pertama yang akan diadakan di Riyadh. Pangeran Faisal mengajak negara-negara lain untuk bergabung dalam upaya ini.
Berbicara di depan Majelis Umum PBB, Pangeran Faisal menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk mendukung negara Palestina yang merdeka. Ia menyebutkan bahwa Kerajaan telah memberikan bantuan lebih dari 5 miliar dolar AS kepada rakyat Palestina.
Sejak krisis Gaza dimulai, Arab Saudi telah mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai sekitar 185 juta dolar AS melalui Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Bantuan Raja Salman. Kerajaan juga menandatangani perjanjian dengan organisasi internasional untuk proyek-proyek senilai lebih dari 106 juta dolar AS. Total kontribusi Arab Saudi untuk UNRWA telah melampaui 1 miliar dolar AS.
Pangeran Faisal juga menyambut baik adopsi resolusi Majelis Umum PBB pada bulan Mei yang mengakui kelayakan Palestina untuk keanggotaan penuh di PBB. Ia memuji Norwegia, Spanyol, Irlandia, Slovenia, dan Armenia atas keputusan positif mereka untuk mengakui Palestina sebagai negara, dan mendesak negara-negara lain untuk mengikuti langkah ini dengan pengakuan bilateral.
Pengumuman Arab Saudi disambut baik secara global, dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell memujinya sebagai hasil dari upaya bersama Arab-Eropa. Dalam pertemuan tingkat menteri tentang Gaza dan solusi dua negara, Borrell menyoroti kepemimpinan Arab Saudi dalam meluncurkan inisiatif global ini.
Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, yang menjadi ketua bersama pertemuan PBB dengan Arab Saudi dan Uni Eropa, menyebut solusi dua negara sebagai "satu-satunya jalan yang kredibel menuju perdamaian" dan menekankan perlunya segera mendirikan negara Palestina.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada hari Minggu mendesak semua negara untuk bergabung dengan aliansi bersejarah yang dipimpin Arab Saudi. OKI menyatakan bahwa inisiatif Saudi berfungsi sebagai penjamin politik untuk solusi dua negara, yang berakar pada hukum internasional dan resolusi PBB. Ini mencerminkan komitmen untuk mengakhiri pendudukan Israel, menciptakan negara Palestina, dan mencapai perdamaian yang langgeng di kawasan tersebut.
Berbicara di depan Majelis Umum PBB, Pangeran Faisal menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk mendukung negara Palestina yang merdeka. Ia menyebutkan bahwa Kerajaan telah memberikan bantuan lebih dari 5 miliar dolar AS kepada rakyat Palestina.
Sejak krisis Gaza dimulai, Arab Saudi telah mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai sekitar 185 juta dolar AS melalui Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Bantuan Raja Salman. Kerajaan juga menandatangani perjanjian dengan organisasi internasional untuk proyek-proyek senilai lebih dari 106 juta dolar AS. Total kontribusi Arab Saudi untuk UNRWA telah melampaui 1 miliar dolar AS.
Pangeran Faisal juga menyambut baik adopsi resolusi Majelis Umum PBB pada bulan Mei yang mengakui kelayakan Palestina untuk keanggotaan penuh di PBB. Ia memuji Norwegia, Spanyol, Irlandia, Slovenia, dan Armenia atas keputusan positif mereka untuk mengakui Palestina sebagai negara, dan mendesak negara-negara lain untuk mengikuti langkah ini dengan pengakuan bilateral.
Pengumuman Arab Saudi disambut baik secara global, dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell memujinya sebagai hasil dari upaya bersama Arab-Eropa. Dalam pertemuan tingkat menteri tentang Gaza dan solusi dua negara, Borrell menyoroti kepemimpinan Arab Saudi dalam meluncurkan inisiatif global ini.
Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, yang menjadi ketua bersama pertemuan PBB dengan Arab Saudi dan Uni Eropa, menyebut solusi dua negara sebagai "satu-satunya jalan yang kredibel menuju perdamaian" dan menekankan perlunya segera mendirikan negara Palestina.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada hari Minggu mendesak semua negara untuk bergabung dengan aliansi bersejarah yang dipimpin Arab Saudi. OKI menyatakan bahwa inisiatif Saudi berfungsi sebagai penjamin politik untuk solusi dua negara, yang berakar pada hukum internasional dan resolusi PBB. Ini mencerminkan komitmen untuk mengakhiri pendudukan Israel, menciptakan negara Palestina, dan mencapai perdamaian yang langgeng di kawasan tersebut.