AS Bahas Serangan ke Kilang Minyak Iran, Israel Terus Gempur Lebanon
Nabil
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 08:06 WIB
AS Bahas Serangan ke Kilang Minyak Iran, Israel Terus Gempur Lebanon
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Amerika Serikat sedang membahas kemungkinan serangan ke fasilitas minyak Iran sebagai balasan atas serangan rudal Tehran ke Israel, kata Presiden Joe Biden pada Kamis. Sementara itu, militer Israel melancarkan serangan udara baru ke Beirut dalam pertempurannya melawan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah.
Ketika Israel sedang mempertimbangkan opsinya setelah musuh besarnya, Iran, melancarkan serangan terbesar pada Selasa, Biden ditanya apakah ia akan mendukung Israel menyerang fasilitas minyak Iran.
Baca juga: Geger! Iran Ancam Serangan Tak Terduga Jika Israel Berani Menyerang
"Kami sedang membahas itu," kata Biden kepada wartawan.
Komentarnya menyebabkan lonjakan harga minyak global, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat para pedagang khawatir tentang potensi gangguan pasokan.
"Tidak akan terjadi apa-apa hari ini," kata Biden. Pada hari Rabu, presiden mengatakan dia tidak akan mendukung serangan Israel ke situs nuklir Iran.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan kepada media bahwa negaranya memiliki "banyak pilihan" untuk pembalasan dan akan segera menunjukkan kekuatannya kepada Tehran.
Ketika Israel sedang mempertimbangkan opsinya setelah musuh besarnya, Iran, melancarkan serangan terbesar pada Selasa, Biden ditanya apakah ia akan mendukung Israel menyerang fasilitas minyak Iran.
Baca juga: Geger! Iran Ancam Serangan Tak Terduga Jika Israel Berani Menyerang
"Kami sedang membahas itu," kata Biden kepada wartawan.
Komentarnya menyebabkan lonjakan harga minyak global, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat para pedagang khawatir tentang potensi gangguan pasokan.
"Tidak akan terjadi apa-apa hari ini," kata Biden. Pada hari Rabu, presiden mengatakan dia tidak akan mendukung serangan Israel ke situs nuklir Iran.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan kepada media bahwa negaranya memiliki "banyak pilihan" untuk pembalasan dan akan segera menunjukkan kekuatannya kepada Tehran.