Abdul Mu’ti Ungkap Tiga Polemik Politik yang Dipicu Demokrasi Prosedural di Indonesia
Tim langit 7
Jum'at, 11 Oktober 2024 - 18:15 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Muti
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyebutkan, proses demokrasi di Indonesia masih sebatas procedural, belum sampai pada substansi.
Kondisi tersebut menunjukkan, demokrasi di Indonesia mengalami polemik 3C yaitu costly, criminal, and cannibal. Ketiga polemik tersebut menjadikan indeks demokrasi Indonesia terus mengalami penurunan.
Dalam Seminar Internasional di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), demokrasi yang dimaknai secara khusus sebagai politik Indonesia itu masih tergolong costly atau mahal.
“Hal itu kerap terjadi di masyarakat, bahkan timbul istilah berjuang akronim dari beras, baju, dan uang untuk meraih jabatan saat pemilihan umum,” kata Mu’ti.
Baca juga:Sambut Baik Kunjungan Imam Besar Masjid Nabawi, PP Muhammadiyah Buka Peluang Kerjasama
Selanjutnya, adalah criminal dalam percaturan politik di Indonesia menurut Mu’ti terjadi dapat disaksikan dari cara kontestan dalam memenangkan pertandingan tidak dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi.
Sementara itu, cannibal dapat dilihat dari praktik persaingan antar calon meskipun dalam satu partai yang sama. Pemilu tidak dijalankan dengan proporsional terbuka, sehingga melahirkan persaingan tidak sehat.
Kondisi tersebut menunjukkan, demokrasi di Indonesia mengalami polemik 3C yaitu costly, criminal, and cannibal. Ketiga polemik tersebut menjadikan indeks demokrasi Indonesia terus mengalami penurunan.
Dalam Seminar Internasional di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), demokrasi yang dimaknai secara khusus sebagai politik Indonesia itu masih tergolong costly atau mahal.
“Hal itu kerap terjadi di masyarakat, bahkan timbul istilah berjuang akronim dari beras, baju, dan uang untuk meraih jabatan saat pemilihan umum,” kata Mu’ti.
Baca juga:Sambut Baik Kunjungan Imam Besar Masjid Nabawi, PP Muhammadiyah Buka Peluang Kerjasama
Selanjutnya, adalah criminal dalam percaturan politik di Indonesia menurut Mu’ti terjadi dapat disaksikan dari cara kontestan dalam memenangkan pertandingan tidak dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi.
Sementara itu, cannibal dapat dilihat dari praktik persaingan antar calon meskipun dalam satu partai yang sama. Pemilu tidak dijalankan dengan proporsional terbuka, sehingga melahirkan persaingan tidak sehat.