Mazda Miata Terbaru, Revolusi Roadster Hybrid yang Menggemparkan!
Tim langit 7
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 15:33 WIB
Mazda Miata Terbaru, Revolusi Roadster Hybrid yang Menggemparkan!
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Roadster ikonik Mazda akan segera mengalami perubahan besar. Selama lebih dari 30 tahun, Mazda Miata telah membangun reputasi sebagai mobil sport terbuka yang terjangkau, ringan, dan lincah, mengikuti semangat roadster klasik Inggris. Salah satu komponen kunci di balik reputasi tersebut adalah transmisi manual yang selalu hadir. Tidak ada yang mengalahkan sensasi perpindahan gigi saat melaju di jalan berliku, meningkatkan koneksi antara pengemudi dan mobil.
Elektrifikasi mungkin mengancam warisan transmisi manual Miata. Upaya adopsi kendaraan listrik secara luas saat ini mengancam keberadaan transmisi manual dan kenikmatan berkendara Miata secara keseluruhan bagi sebagian penggemar. Mazda berjanji bahwa seluruh jajaran produknya akan menggunakan teknologi listrik sebagian pada tahun 2030, yang berarti konfigurasi fully electric, hybrid, atau plug-in hybrid. Pabrikan asal Jepang ini belum mengungkapkan secara spesifik konfigurasi mana yang akan digunakan pada Miata generasi mendatang, namun kami yakin Miata full listrik masih jauh dari kenyataan.
Sistem hybrid akan menguntungkan Miata. Kendaraan listrik murni hanya mengandalkan baterai untuk bergerak. Baterai mobil listrik terkenal berat dengan teknologi saat ini, yang bisa menghambat performa handling legendaris Miata. Jika Mazda memilih sistem hybrid, baterai bisa lebih kecil karena akan dipasangkan dengan mesin bensin biasa. Mungkin akan menambah sedikit bobot, tapi penggunaan material ringan bisa mengimbanginya. Serat karbon mungkin terlalu mahal, tapi fiberglass seperti yang digunakan Chevrolet Corvette bisa menjadi solusi.
Apakah mesin rotary akan comeback? Miata mungkin juga akan menerapkan teknologi hybrid bersama mesin rotary baru. Mazda MX-30 R-EV menggunakan mesin rotor tunggal yang menggerakkan generator untuk mengisi baterai, bukan terhubung langsung ke roda. Menurut majalah otomotif Jepang Best Car, Mazda mendaftarkan paten sistem hybrid dengan mesin rotary yang menggerakkan roda belakang pada Agustus 2024. Kembalinya mesin Wankel akan menjadi momen bersejarah dalam dunia otomotif sekaligus bisa menyelamatkan transmisi manual.
Konsep terbaru Mazda menunjukkan desain Miata yang sleek namun familiar. Belum ada konfirmasi resmi tentang desain Miata masa depan. Mazda memperkenalkan mobil konsep bernama "Vision Study Model" pada akhir 2022. Hanya dengan sekali lihat, kita bisa melihat kemiripannya dengan bentuk tradisional Miata. Lampu depan yang ramping juga tampaknya memiliki mekanisme retraksi, menunjukkan kembalinya lampu pop-up dengan desain baru.
Pada 2023, Mazda mengubah Vision Study Model menjadi mobil konsep nyata bernama Iconic SP di Japan Mobility Show. Desainnya identik dengan Vision Study Model, lengkap dengan lampu pop-up. Foto interior menampilkan transmisi otomatis dengan slider, bukan manual, tapi itu masih bisa berubah.
Siaran pers Oktober 2023 menyebutkan sistem EV rotary dua-rotor, dengan rotor berfungsi sebagai pengisi baterai, mirip dengan yang ada di MX-30 R-EV. Namun, mengingat pendaftaran paten terbaru, rencana itu mungkin telah dibatalkan.
Elektrifikasi mungkin mengancam warisan transmisi manual Miata. Upaya adopsi kendaraan listrik secara luas saat ini mengancam keberadaan transmisi manual dan kenikmatan berkendara Miata secara keseluruhan bagi sebagian penggemar. Mazda berjanji bahwa seluruh jajaran produknya akan menggunakan teknologi listrik sebagian pada tahun 2030, yang berarti konfigurasi fully electric, hybrid, atau plug-in hybrid. Pabrikan asal Jepang ini belum mengungkapkan secara spesifik konfigurasi mana yang akan digunakan pada Miata generasi mendatang, namun kami yakin Miata full listrik masih jauh dari kenyataan.
Sistem hybrid akan menguntungkan Miata. Kendaraan listrik murni hanya mengandalkan baterai untuk bergerak. Baterai mobil listrik terkenal berat dengan teknologi saat ini, yang bisa menghambat performa handling legendaris Miata. Jika Mazda memilih sistem hybrid, baterai bisa lebih kecil karena akan dipasangkan dengan mesin bensin biasa. Mungkin akan menambah sedikit bobot, tapi penggunaan material ringan bisa mengimbanginya. Serat karbon mungkin terlalu mahal, tapi fiberglass seperti yang digunakan Chevrolet Corvette bisa menjadi solusi.
Apakah mesin rotary akan comeback? Miata mungkin juga akan menerapkan teknologi hybrid bersama mesin rotary baru. Mazda MX-30 R-EV menggunakan mesin rotor tunggal yang menggerakkan generator untuk mengisi baterai, bukan terhubung langsung ke roda. Menurut majalah otomotif Jepang Best Car, Mazda mendaftarkan paten sistem hybrid dengan mesin rotary yang menggerakkan roda belakang pada Agustus 2024. Kembalinya mesin Wankel akan menjadi momen bersejarah dalam dunia otomotif sekaligus bisa menyelamatkan transmisi manual.
Konsep terbaru Mazda menunjukkan desain Miata yang sleek namun familiar. Belum ada konfirmasi resmi tentang desain Miata masa depan. Mazda memperkenalkan mobil konsep bernama "Vision Study Model" pada akhir 2022. Hanya dengan sekali lihat, kita bisa melihat kemiripannya dengan bentuk tradisional Miata. Lampu depan yang ramping juga tampaknya memiliki mekanisme retraksi, menunjukkan kembalinya lampu pop-up dengan desain baru.
Pada 2023, Mazda mengubah Vision Study Model menjadi mobil konsep nyata bernama Iconic SP di Japan Mobility Show. Desainnya identik dengan Vision Study Model, lengkap dengan lampu pop-up. Foto interior menampilkan transmisi otomatis dengan slider, bukan manual, tapi itu masih bisa berubah.
Siaran pers Oktober 2023 menyebutkan sistem EV rotary dua-rotor, dengan rotor berfungsi sebagai pengisi baterai, mirip dengan yang ada di MX-30 R-EV. Namun, mengingat pendaftaran paten terbaru, rencana itu mungkin telah dibatalkan.