home edukasi & pesantren

Mahasiswa ITS Kembangkan Aplikasi Deteksi Tanda Vital Non-Kontak

Rabu, 16 Oktober 2024 - 16:15 WIB
dari kiri) Nadiya Azka, Anadya Ghina Salsabila, dan Michelle Casey saat menerima penghargaan juara 1 pada bidang KTI TIK ajang lomba Gemastik XVII 2024 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang
Tim mahasiswa ITS bernama We CAN berhasil menggagas sebuah aplikasi kesehatan bertajuk VisMoIR, yakni aplikasi pendeteksi tanda vital tubuh non-kontak yang memanfaatkan sinar inframerah sebagai sumber informasinya.

Ketua tim We CAN Anadya Ghina Salsabila mengungkapkan bahwa latar belakang dari inovasi ini adalah untuk membantu mendeteksi tanda vital. Seperti detak jantung, laju pernapasan, dan suhu tubuh yang sering kali tidak bisa dilakukan secara menyeluruh akibat keterbatasan sumber daya dan waktu.

Berangkat dari permasalahan tersebut, perempuan yang akrab disapa Nadya bersama kedua rekannya menginovasikan aplikasi pencitraan termal untuk mendeteksi vital tubuh.

Aplikasi tersebut berupa kamera citra termal yang dapat mendeteksi radiasi inframerah dari suatu objek. Selanjutnya, radiasi tersebut diubah menjadi suhu dan divisualisasikan dalam bentuk citra termal. “Kamera ini dapat mendeteksi perubahan suhu tubuh secara real time,” jelasnya.

Cara kerja inovasi ini memiliki beberapa tahapan, yaitu akuisisi data, deteksi Region of Interest (ROI), ekstraksi sinyal, dan adaptive spatio-temporal filtering, serta deteksi tanda vital.

Mahasiswa Departemen Teknik Biomedik itu menjelaskan, proses akuisisi data dilakukan dengan merekam video termal yang terbatas di wajah subjek selama 60 detik di ruangan bersuhu normal. Selanjutnya, data pada video tersebut akan diolah pada proses ROI.

Lebih lanjut, Nadya memaparkan, terdapat dua jenis ROI yang dideteksi, yaitu ROI wajah untuk mendeteksi suhu tubuh dan detak jantung, serta ROI hidung untuk mendeteksi laju pernapasan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya