home global news

Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Selatan

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 08:25 WIB
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Selatan
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Militer Israel pada hari Kamis mengumumkan bahwa pasukan mereka telah berhasil menewaskan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, di Rafah, Gaza Selatan. Peristiwa ini terjadi setelah baku tembak dengan pemimpin militan tersebut dan dua pejuang lainnya pada hari sebelumnya.

"Kemarin di Tel Sultan di Rafah, Yahya Sinwar telah dieliminasi oleh pejuang tentara," ujar juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, juga menyatakan dalam sebuah pernyataan, "Pembunuh massal Yahya Sinwar, yang bertanggung jawab atas pembantaian dan kekejaman 7 Oktober, telah dieliminasi oleh tentara Israel."

Militer kemudian mengonfirmasi bahwa "setelah pengejaran selama setahun," pasukan berhasil "mengeliminasi Yahya Sinwar, pemimpin organisasi teroris Hamas, dalam sebuah operasi di wilayah selatan Jalur Gaza" pada hari Rabu. Namun, Hamas belum mengonfirmasi kematiannya.

Israel menuduh Sinwar sebagai dalang serangan 7 Oktober, yang merupakan serangan paling mematikan dalam sejarah Israel, dan telah memburu dia sejak awal perang Gaza. Sinwar naik pangkat dalam kelompok militan Palestina hingga menjadi pemimpin Hamas di Gaza, kemudian menjadi pemimpin keseluruhan setelah tewasnya pemimpin politik Ismail Haniyeh pada bulan Juli.

Pengumuman Israel tentang Sinwar datang beberapa minggu setelah mereka mengeksekusi pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan besar-besaran di Lebanon, di mana militer Israel telah berperang sejak akhir September. Serangkaian komandan militan yang didukung Iran juga telah tewas dalam beberapa bulan terakhir.

Israel sebelumnya menyatakan telah menewaskan Mohammed Deif, kepala militer Hamas, meskipun kelompok Palestina belum mengonfirmasinya. Deif dituduh merencanakan serangan 7 Oktober bersama Sinwar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya