Usai Pemimpin Hamas Tewas, Warga Gaza Harap Konflik Segera Usai
Nabil
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 09:08 WIB
Usai Pemimpin Hamas Tewas, Warga Gaza Harap Konflik Segera Usai
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Hari ini, kabar mengejutkan tersebar di Gaza. Yahya Sinwar, tokoh penting Hamas, dilaporkan tewas. Di tengah kabar ini, warga Gaza yang lelah masih harus menghadapi pengungsian dan serangan udara. Mereka hanya ingin perang yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini segera berakhir.
Berita kematian Sinwar cepat menyebar lewat ponsel. Foto-foto jasadnya yang terkubur puing dengan kepala berlubang segera beredar online. Gambar-gambar mengerikan ini menandai akhir hidup pemimpin Hamas kelahiran Gaza, yang memicu perang besar dan akhirnya menemui ajalnya sendiri.
Meski berita dan foto sudah beredar luas, banyak orang masih tidak percaya. "Tewasnya Yahya Sinwar adalah pukulan berat bagi rakyat Gaza. Kami tidak menyangka ini akan terjadi," kata Amal al-Hanawi, pengungsi berusia 28 tahun dari Nuseirat.
Baca juga: Mengejutkan! Jasad Pemimpin Hamas Dibawa ke Tel Aviv, Israel Lakukan Pemeriksaan Mendalam
"Rasanya Hamas sudah tamat. Perlawanan kuat sudah tidak ada lagi, semuanya hancur," tambahnya. "Ini persis yang diinginkan Netanyahu."
Sebagian besar wilayah Gaza kini tinggal puing akibat serangan balas dendam Israel. Serangan ini dipicu oleh aksi Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
Menurut data resmi, serangan Hamas menewaskan 1.206 orang di Israel, kebanyakan warga sipil. Sementara itu, pembalasan Israel telah menewaskan setidaknya 42.438 orang di Gaza, mayoritas juga warga sipil. Angka ini berdasarkan laporan kementerian kesehatan Gaza yang dianggap bisa dipercaya oleh PBB.
Berita kematian Sinwar cepat menyebar lewat ponsel. Foto-foto jasadnya yang terkubur puing dengan kepala berlubang segera beredar online. Gambar-gambar mengerikan ini menandai akhir hidup pemimpin Hamas kelahiran Gaza, yang memicu perang besar dan akhirnya menemui ajalnya sendiri.
Meski berita dan foto sudah beredar luas, banyak orang masih tidak percaya. "Tewasnya Yahya Sinwar adalah pukulan berat bagi rakyat Gaza. Kami tidak menyangka ini akan terjadi," kata Amal al-Hanawi, pengungsi berusia 28 tahun dari Nuseirat.
Baca juga: Mengejutkan! Jasad Pemimpin Hamas Dibawa ke Tel Aviv, Israel Lakukan Pemeriksaan Mendalam
"Rasanya Hamas sudah tamat. Perlawanan kuat sudah tidak ada lagi, semuanya hancur," tambahnya. "Ini persis yang diinginkan Netanyahu."
Sebagian besar wilayah Gaza kini tinggal puing akibat serangan balas dendam Israel. Serangan ini dipicu oleh aksi Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
Menurut data resmi, serangan Hamas menewaskan 1.206 orang di Israel, kebanyakan warga sipil. Sementara itu, pembalasan Israel telah menewaskan setidaknya 42.438 orang di Gaza, mayoritas juga warga sipil. Angka ini berdasarkan laporan kementerian kesehatan Gaza yang dianggap bisa dipercaya oleh PBB.