Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home masjid detail berita

Mengupas Kekekalan Kasih Sayang Ilahi, Ar-Rahman Ar-Rahim

ahmad zuhdi Senin, 20 Juli 2026 - 06:01 WIB
Mengupas Kekekalan Kasih Sayang Ilahi, Ar-Rahman Ar-Rahim
LANGIT7.ID-Jakarta; - Ayat ketiga dalam surat Al-Fatihah, yang berbunyi Ar-Rahman Ar-Rahim, memuat dua sifat agung Allah yang menjadi fondasi pengenalan manusia terhadap penciptanya. Rangkaian kata ini ditempatkan secara presisi setelah penyebutan nama Allah dan sifat rububiyah-Nya sebagai penguasa alam semesta di ayat pertama dan kedua.

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

"Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

Melalui susunan tersebut, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb yang melandasi kekuasaan-Nya dengan kasih sayang. Hubungan transendental ini ditegaskan dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, di mana Allah berfirman bahwa ketika seorang hamba membaca ayat ini, Allah dengan bangga menyambutnya dengan berfirman, "Hamba-Ku telah memuji-Ku." Ungkapan tersebut menandai bahwa Ar-Rahman Ar-Rahim merupakan wilayah pujian murni yang menjadi hak mutlak milik Allah semata dalam setengah bagian pertama surat Al-Fatihah.

Secara bahasa atau etimologi, kedua sifat mulia ini berakar dari satu kata yang sama, yakni al-rahmah atau kasih sayang. Kendati lahir dari rumpun kata yang sama, jumhur (mayoritas) ulama sepakat bahwa keduanya memproyeksikan dua dimensi manifestasi yang berbeda.

Sifat Ar-Rahman mengacu pada karakteristik kasih sayang Allah yang bersifat umum, sangat luas, dan melimpah ruah. Dimensi rahmat ini bertebaran tanpa batas di dunia maupun akhirat, serta merengkuh seluruh makhluk hidup tanpa memandang status keimanan mereka, baik manusia yang taat, ingkar, tumbuh-tumbuhan, hingga hewan siberia di ujung bumi. Sifat ini melekat erat pada zat-Nya dan menjadi bukti nyata bahwa keberlangsungan hidup seluruh isi jagat raya digerakkan oleh napas kasih sayang ilahi.

Sebaliknya, sifat Ar-Rahim hadir sebagai penyempurna sekaligus penegas aspek keberlanjutan dari kasih sayang tersebut. Jika sifat pertama berbicara tentang keluasan kuantitas makhluk yang menerima, maka sifat kedua ini menitikberatkan pada kualitas hubungan yang bersifat kekal, spesifik, dan berkesinambungan.

Karakteristik Ar-Rahim merupakan hak istimewa yang sengaja disiapkan dan diberikan khusus bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan istikamah mengikuti petunjuk para nabi. Penjelasan ini diselaraskan oleh As-Sa'di dalam kerangka akidah keislaman, di mana pemahaman atas kedua nama ini menuntut kesadaran hamba untuk melihat adanya pembagian proporsi rahmat secara adil, yakni bagian umum yang dirasakan semua makhluk dan bagian mutlak yang menjadi karunia bagi orang beriman.

Kedalaman makna filosofis juga terpancar dari gaya penulisan ayat yang menyejajarkan kedua kata tersebut secara berurutan tanpa menyisipkan kata hubung (waw athaf). Tidak ada kata sambung mengindikasikan bahwa sifat pengasih dan penyayang merupakan satu kesatuan utuh yang saling melengkapi dalam mendefinisikan jati diri ketuhanan. Penyebutan Ar-Rahman yang mendahului Ar-Rahim mengisyaratkan sebuah tingkatan kasih sayang, di mana rahmat yang bersifat universal dan kasatmata di dunia mutlak dirasakan terlebih dahulu oleh manusia, sebelum akhirnya mereka melangkah pada pemahaman tentang adanya rahmat maknawi yang abadi di akhirat kelak. Urutan ini menuntun manusia pada sebuah kesadaran yang utuh.

Sebagai bagian integral dari surat yang dijuluki al-sab' al-matsani atau tujuh ayat yang diulang-ulang, pelafalan ayat ini di setiap rakaat shalat memiliki pengaruh psikologis yang besar bagi seorang muslim. Aktivitas ibadah tersebut bertindak sebagai medium untuk menyuntikkan energi optimisme dan harapan di tengah berbagai ujian kehidupan.

Umat dididik untuk selalu berbaik sangka kepada Allah, sebab pemelihara alam semesta yang memegang kendali atas nasib manusia adalah zat yang sama yang memperkenalkan diri-Nya dengan kelembutan kasih sayang. Pada akhirnya, berserah diri di bawah naungan Ar-Rahman Ar-Rahim akan melahirkan ketenangan jiwa, membebaskan manusia dari keputusasaan, dan menuntun mereka untuk mewujudkan nilai-nilai kasih sayang tersebut dalam berinteraksi dengan sesama makhluk di dunia.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan