LANGIT7.ID-, Jakarta- - Hari ini, kabar mengejutkan tersebar di Gaza. Yahya Sinwar, tokoh penting Hamas, dilaporkan tewas. Di tengah kabar ini, warga Gaza yang lelah masih harus menghadapi pengungsian dan serangan udara. Mereka hanya ingin perang yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini segera berakhir.
Berita kematian Sinwar cepat menyebar lewat ponsel. Foto-foto jasadnya yang terkubur puing dengan kepala berlubang segera beredar online. Gambar-gambar mengerikan ini menandai akhir hidup pemimpin Hamas kelahiran Gaza, yang memicu perang besar dan akhirnya menemui ajalnya sendiri.
Meski berita dan foto sudah beredar luas, banyak orang masih tidak percaya. "Tewasnya Yahya Sinwar adalah pukulan berat bagi rakyat Gaza. Kami tidak menyangka ini akan terjadi," kata Amal al-Hanawi, pengungsi berusia 28 tahun dari Nuseirat.
Baca juga:
Mengejutkan! Jasad Pemimpin Hamas Dibawa ke Tel Aviv, Israel Lakukan Pemeriksaan Mendalam"Rasanya Hamas sudah tamat. Perlawanan kuat sudah tidak ada lagi, semuanya hancur," tambahnya. "Ini persis yang diinginkan Netanyahu."
Sebagian besar wilayah Gaza kini tinggal puing akibat serangan balas dendam Israel. Serangan ini dipicu oleh aksi Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
Menurut data resmi, serangan Hamas menewaskan 1.206 orang di Israel, kebanyakan warga sipil. Sementara itu, pembalasan Israel telah menewaskan setidaknya 42.438 orang di Gaza, mayoritas juga warga sipil. Angka ini berdasarkan laporan kementerian kesehatan Gaza yang dianggap bisa dipercaya oleh PBB.
Baca juga:
Tewasnya Pemimpin Hamas Buka Peluang Akhiri Perang Gaza, Kata BidenDengan tewasnya Sinwar, banyak yang bertanya-tanya apakah perang akan segera berakhir. "Netanyahu sudah tidak punya alasan lagi untuk melanjutkan perang yang menghancurkan ini," ujar Moumen Abou Wassam, pemuda 22 tahun.
Kampung halamannya di al-Tuffah, Kota Gaza, dulunya terkenal dengan masjid-masjid kuno dari abad ke-13. Kini hampir semuanya rata dengan tanah. "Semoga perang ini segera berakhir. Kami ingin melihat Gaza dibangun kembali," harapnya.
Sebelum kabar Sinwar tewas menyebar, hari itu diwarnai dentuman artileri dan serangan udara. Salah satunya menghantam sebuah sekolah pengungsian di kamp Jabalia, menewaskan setidaknya 14 orang.
Baca juga:
Siapa Yahya Sinwar? Pemimpin Hamas yang Diklaim Tewas oleh Israel di GazaPBB melaporkan sebagian besar warga Gaza terpaksa mengungsi. Banyak yang kini harus menghadapi musim dingin kedua di tenda-tenda darurat.
"Kami sudah lelah. Perang ini terlalu lama dan sudah merampas segalanya," keluh Shadi Nofal Abou Maher, 23 tahun. Dia berharap "dunia segera turun tangan" mengakhiri perang.
Meski begitu, di jalanan dan media sosial, banyak warga Gaza tetap memuji "perjuangan" Sinwar yang bertahan hingga akhir. "Dia akan dikenang sebagai pemimpin yang gugur di medan perang," kata Ahmed Omar, 36 tahun.
Baca juga:
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas dalam Serangan Israel di Gaza SelatanDalam foto-foto jasadnya, Sinwar terlihat mengenakan keffiyeh - syal khas Palestina - di atas seragam militer dengan senjata di dekatnya.
Dulu, setelah perang 2021 berakhir, ada foto Sinwar tersenyum lebar di kursi yang dikelilingi puing-puing. Banyak warga Gaza kemudian memposting foto diri dengan pose serupa. Malam ini, foto itu kembali ramai dibagikan di media sosial.
(lam)