Perang Israel-Lebanon Memanas, Hezbollah Lancarkan Serangan Rudal Presisi
Nabil
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 09:15 WIB
Perang Israel-Lebanon Memanas, Hezbollah Lancarkan Serangan Rudal Presisi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Hezbollah, kelompok militan di Lebanon, mengumumkan fase baru dalam perang melawan Israel pada Kamis (18/10). Mereka mengklaim telah menggunakan rudal presisi untuk pertama kalinya dalam serangan terhadap pasukan Israel.
Sejak perang pecah pada 23 September lalu, Israel terus membombardir wilayah selatan dan timur Lebanon, yang merupakan basis kekuatan Hezbollah. Di desa-desa perbatasan Lebanon, kedua pihak terlibat pertempuran jarak dekat setelah Israel melancarkan invasi darat bulan lalu.
Baca juga: Usai Pemimpin Hamas Tewas, Warga Gaza Harap Konflik Segera Usai
Dalam pernyataannya, Hezbollah menegaskan, "Kami mengumumkan transisi ke fase baru yang lebih intensif dalam konfrontasi dengan musuh Israel. Hal ini akan tercermin dalam perkembangan dan peristiwa di hari-hari mendatang."
Pengumuman ini muncul setelah militer Israel pada Kamis mengklaim telah membunuh Yahya Sinwar, pemimpin Hamas yang merupakan sekutu Hezbollah. Namun, pernyataan Hezbollah tidak menyinggung soal tewasnya pemimpin Hamas tersebut.
Baca juga: Mengejutkan! Jasad Pemimpin Hamas Dibawa ke Tel Aviv, Israel Lakukan Pemeriksaan Mendalam
Hezbollah menyatakan bahwa "ratusan pejuang siap sepenuhnya menghadapi invasi darat Israel ke desa-desa Lebanon selatan." Mereka juga mengklaim serangan terhadap Israel telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Sejak perang pecah pada 23 September lalu, Israel terus membombardir wilayah selatan dan timur Lebanon, yang merupakan basis kekuatan Hezbollah. Di desa-desa perbatasan Lebanon, kedua pihak terlibat pertempuran jarak dekat setelah Israel melancarkan invasi darat bulan lalu.
Baca juga: Usai Pemimpin Hamas Tewas, Warga Gaza Harap Konflik Segera Usai
Dalam pernyataannya, Hezbollah menegaskan, "Kami mengumumkan transisi ke fase baru yang lebih intensif dalam konfrontasi dengan musuh Israel. Hal ini akan tercermin dalam perkembangan dan peristiwa di hari-hari mendatang."
Pengumuman ini muncul setelah militer Israel pada Kamis mengklaim telah membunuh Yahya Sinwar, pemimpin Hamas yang merupakan sekutu Hezbollah. Namun, pernyataan Hezbollah tidak menyinggung soal tewasnya pemimpin Hamas tersebut.
Baca juga: Mengejutkan! Jasad Pemimpin Hamas Dibawa ke Tel Aviv, Israel Lakukan Pemeriksaan Mendalam
Hezbollah menyatakan bahwa "ratusan pejuang siap sepenuhnya menghadapi invasi darat Israel ke desa-desa Lebanon selatan." Mereka juga mengklaim serangan terhadap Israel telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.