home global news

DARI BUKU PARADOKS INDONESIA (1) Prabowo: Setelah 75 Tahun Lebih Merdeka, Kita Belum Sejahtera

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 12:01 WIB
DARI BUKU PARADOKS INDONESIA (1) Prabowo: Setelah 75 Tahun Lebih Merdeka, Kita Belum Sejahtera
LANGIT7.ID-Pada 20 Oktober, Indonesia resmi memiliki presiden baru: Jenderal (purn) Prabowo Subianto. Ada buku karya Presiden Prabowo yang berjudul: PARADOKS INDONESIA DAN SOLUSINYA. Buku ini cukup menarik untuk menggambarkan pemikiran presiden baru Indonesia yang perlu diketahui oleh rakyat Indonesia. Seperti apa presiden baru melihat Indonesia? Berikut cuplikan cuplikan pemikiran dalam buku Presiden Prabowo.

Indonesia kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia, tetapi sebagian besar rakyat Indonesia saat ini masih hidup dalam kemiskinan. Kondisi ini saya sebut sebagai paradok Indonesia.

EKONOMI KITA TIDAK SEHAT

Kalau kita mau tahu apakah pencapaian ekonomi kita selama 30 tahun terakhir sudah baik atau belum, kita harus bandingkan dengan pencapaian ekonomi negara lain. Misalkan kita bisa bandingkan dengan pencapaian dengan Tiongkok, dan negara tetangga kita Singapura.

Perbedaan besar aktivitas ekonomi atau pendapatan domestic bruto (PDB) Tiongkok pada periode 30 tahun sejak 1985 sampai 2019, adalah 46 kali lipat. Pada tahun 1985, PDB Tiongkok adalah USD 309 miliar—angka ini naik ke USD 14,3 triliun di tahun 2019. Sebagai perbandingan, dalam periode yang sama, besar ekonomi singapura tumbuh 19,5 kali lipat. Besar ekonomi Indonesia hanya tumbuh 13 kali lipat.

Bagaimana caranya ekonomi Tiongkok yang pada tahun 1985 hanya 3,6 kali lebih besar dari ekonomi Indonesia tumbuh begitu pesat sehingga 30 tahun kemudian ekonomi Tiongkok bisa 12,8 kali lebih besar dari ekonomi Indonesia. Menurut kajian banyak ahli ekonomi, pertumbuhan ekonomi tiongkok bisa begitu cepat karena Tiongkok secara sungguh sungguh mengimplementasikan prinsip prinsip state capitalism, atau kapitalisme negara. Artinya seluruh cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak dan seluruh sumber daya alam dikuasai oleh negara.

Di Tiongkok pengelolaan cabang-cabang produksi penting dan sumber daya alam dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tiongkok menjadikan BUMN sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi negaranya. Saat ini ada lebih dari 150.000 BUMN di Tiongkok yang dimiliki oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah Tiongkok. 82 BUMN Tiongkok ada di daftar Fortune Global 500 perusahaan terbesar dunia—dari total 143 perusahaan Tiongkok di daftar Fortune Global 500.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya